“Sederhananya, di situ terjadi over supply, petaninya nggak bisa menahan barang lama-lama, makin lama tertahan harganya makin turun karena kualitasnya makin buruk,” imbuhnya.
Terputusnya jalur darat membuat pendistribusian cabai menjadi terhambat dan dari sinilah gagasan itu muncul.
“Perlu dijual, tapi masalahnya kedua kabupaten tersebut masih terisolasi jalur darat, jadi mereka mau jual ke mana? Dari situasi ini muncullah sebuah gagasan dan ide,” sambungnya.
Dengan harga cabai per kilogramnya Rp25 ribu, Ferry menduga ide ini bisa menguntungkan dua pihak yakni petani dan pengusaha.
“Jadi azas manfaatnya masyarakat di sini ekonominya bisa berputar, margin pengusahanya lumayan karena harganya Rp25 ribu per kilogram,” ujarnya.
Caranya adalah dengan membuat kerjasama antara relawan dengan pengusaha. Hal ini bisa menekan biaya dan ongkos.
“Cost-nya itu bisa ditekan lagi kalau misalnya relawan kerjasama dengan pengusaha ini,” lanjutnya.
Pendistribusian dilakukan dengan cara membawa cabai menggunakan pesawat kargo yang bertugas membawa bantuan.
“Bawa bantuan ke sini, dari pada pesawatnya kosong, kan? Dia masuk aja bantuan kayak beras, sembako,” katanya.
Cara ini dinilai sangat efektif dan memicu kelanjutan perekonomian di Sumatra yang sempat lumpuh.
“Lempar kesana, cost-nya bagi dua, itu ekonominya jalan, profit pengusahanya oke, distribusinya jalan, ekonomi masyarakat mulai hidup,” ungkapnya.
Dan cara tersebut sudah mulai dilakukan. Komoditas cabai sudah dibawa dari Bener Meriah dan Takengon menuju Jakarta.
“Berita baiknya, per hari ini sudah ada pesawat kargo yang mengangkut cabai dari Bener Meriah dan Takengon di bandara Rembele menuju ke Jakarta,” imbuhnya.
Dengan memanfaatkan pesawat kargo, pendistribusian menjadi lebih cepat dan mudah karena tidak perlu menggunakan jalur darat.
“Jadi pesawat itu datang dari Jakarta ke Rembele, balik lagi ke Jakarta. Artinya, hasil panen dari para petani di Rembele dan Bener Meriah sudah berhasil dibeli,” ucapnya.
Artikel Terkait
Ferry Irwandi Geram Banyak Media Online yang Sebut Dirinya Mengatakan Pemerintah Tutup Mata atas Bencana di Sumatra: Fitnah
Ferry Irwandi Kembali ke Jakarta Usai Bertugas di Lokasi Banjir Bandang: Stok Obat Habis dan Kondisi Kesehatan Membuatnya Tak Ingin Jadi Beban
Ferry Irwandi Terima Maaf Anggota DPR RI Usai Disindir 'Sok Paling Kerja' Saat Bantu Korban Bencana, Minta Publik Fokus Beri Dukungan untuk Sumatera
Disinggung Soal Pejabat yang Mengatakan ‘Cuma Nyumbang Rp10 Miliar, Negara Sudah Triliunan’, Ferry Irwandi: Gue Malah Ngerasa…
Ferry Irwandi Disentil Endipat Wijaya Usai Galang Donasi Rp10 M untuk Korban Banjir Sumatra, Siapa Dia?