Kamis, 4 Juni 2026

Ferry Irwandi Ungkap Gagasannya untuk Mendistribusikan Komoditas Cabai di Aceh ke Jakarta: Over Supply, Harga Makin Turun

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Senin, 15 Desember 2025 | 21:30 WIB
Stok melimpah dan khawatir kualitasnya memburuk, Ferry Irwandi beri ide agar komoditas cabai di Aceh didistribusikan ke Jakarta. (Kolase  TikTok/irwandiferry/Pixabay)
Stok melimpah dan khawatir kualitasnya memburuk, Ferry Irwandi beri ide agar komoditas cabai di Aceh didistribusikan ke Jakarta. (Kolase TikTok/irwandiferry/Pixabay)

“Sederhananya, di situ terjadi over supply, petaninya nggak bisa menahan barang lama-lama, makin lama tertahan harganya makin turun karena kualitasnya makin buruk,” imbuhnya.

Terputusnya jalur darat membuat pendistribusian cabai menjadi terhambat dan dari sinilah gagasan itu muncul.

“Perlu dijual, tapi masalahnya kedua kabupaten tersebut masih terisolasi jalur darat, jadi mereka mau jual ke mana? Dari situasi ini muncullah sebuah gagasan dan ide,” sambungnya.

Dengan harga cabai per kilogramnya Rp25 ribu, Ferry menduga ide ini bisa menguntungkan dua pihak yakni petani dan pengusaha.

“Jadi azas manfaatnya masyarakat di sini ekonominya bisa berputar, margin pengusahanya lumayan karena harganya Rp25 ribu per kilogram,” ujarnya.

Caranya adalah dengan membuat kerjasama antara relawan dengan pengusaha. Hal ini bisa menekan biaya dan ongkos.

“Cost-nya itu bisa ditekan lagi kalau misalnya relawan kerjasama dengan pengusaha ini,” lanjutnya.

Pendistribusian dilakukan dengan cara membawa cabai menggunakan pesawat kargo yang bertugas membawa bantuan.

“Bawa bantuan ke sini, dari pada pesawatnya kosong, kan? Dia masuk aja bantuan kayak beras, sembako,” katanya.

Cara ini dinilai sangat efektif dan memicu kelanjutan perekonomian di Sumatra yang sempat lumpuh.

“Lempar kesana, cost-nya bagi dua, itu ekonominya jalan, profit pengusahanya oke, distribusinya jalan, ekonomi masyarakat mulai hidup,” ungkapnya.

Dan cara tersebut sudah mulai dilakukan. Komoditas cabai sudah dibawa dari Bener Meriah dan Takengon menuju Jakarta.

“Berita baiknya, per hari ini sudah ada pesawat kargo yang mengangkut cabai dari Bener Meriah dan Takengon di bandara Rembele menuju ke Jakarta,” imbuhnya.

Dengan memanfaatkan pesawat kargo, pendistribusian menjadi lebih cepat dan mudah karena tidak perlu menggunakan jalur darat.

“Jadi pesawat itu datang dari Jakarta ke Rembele, balik lagi ke Jakarta. Artinya, hasil panen dari para petani di Rembele dan Bener Meriah sudah berhasil dibeli,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X