“Setelah vakum sejak 2022, serial ini hadir dengan kualitas visual yang disebut setara studio animasi luar negeri,” jelasnya.
Pernyataan ini memperkuat optimisme bahwa animasi Indonesia bukan hanya sekadar pelengkap hiburan lokal, tetapi siap bersaing dalam kompetisi global.
Jika strategi ini berhasil, Ibra Berkisah berpotensi mengikuti jejak animasi lokal lain yang telah menjangkau penonton internasional.
Ini bisa menjadi momentum besar bagi perkembangan industri animasi Indonesia, yang selama ini masih berjuang untuk mendapatkan panggung di kancah global.
Di tengah maraknya konten digital yang tidak ramah anak, hadirnya kembali Ibra Berkisah menjadi angin segar. Banyak orang tua merasa kebutuhan akan tontonan aman semakin besar.
Melalui pendekatan nilai Islam yang ramah dan konten yang sarat pesan moral, serial ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang lebih baik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
5 Fakta Mengejutkan 'Merah Putih: One for All', Film Animasi Karya Anak Bangsa Tuai Kritik: Dibuat dalam Waktu Singkat, Budget Cuma 1 Juta?
Immanuel Manurung Sulap Trailer Animasi Merah Putih One For All Jadi Lebih Modern Hanya dengan AI, Netizen Ikut Beri Respon Begini...
Bukan Merah Putih One for All, Produksi Film Negara Garap Film Animasi Canggih Berteknologi XR dengan Karakter Unik
Akhirnya Pemilik Aset Buka Suara! Film Animasi Merah Putih One For All Diterpa Isu Penggunaan Karakter Tanpa Izin dan Transparansi Anggaran
Film Merah Putih One For All Batal Tayang di Cinepolis, Netizen: Animasi Terlalu Mentah untuk Layar Lebar
Pro Kontra Budget Produksi Film Animasi 'Merah Putih One For All', Hanung Bramantyo: Nggak Cukup, Men!