Usman juga menyoroti paparan Menteri Kehutanan terkait angka deforestasi yang disebut turun pada tahun 2025 di beberapa provinsi. Ia mempertanyakan pihak yang melakukan penanaman kembali sehingga data tersebut dapat menurun.
Pertanyaan itu muncul karena kondisi banjir di sejumlah wilayah tetap terjadi meskipun angka deforestasi dilaporkan menurun.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa hubungan antara data deforestasi dan munculnya banjir perlu ditinjau lebih cermat.
Ia menilai kondisi lapangan harus menjadi acuan utama agar kajian penyebab bencana tidak menimbulkan misinformasi.
Usman juga menyebut bahwa arah analisis bencana harus disampaikan secara terbuka supaya masyarakat mendapat gambaran utuh mengenai situasi kehutanan.
Ia menutup pernyataannya dengan respons terhadap klaim penurunan deforestasi yang disampaikan menteri.
Menurutnya, pola banjir yang muncul tidak sejalan dengan data tersebut.
"Justru yang Bapak kata penurunan itu malah banjir, kalau dengan logika itu, kalau gitu jangan kita turunkan Pak deforestasinya, biar aja begitu, supaya enggak banjir," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kena Sentil Raja Juli Antoni, Begini Respons Tak Terduga Anies Baswedan Usai Disindir Gunakan Masjid Jadi Tempat Sampaikan Sindiran Politik
Usai Masjid UGM, Anies Baswedan Jadi Pembicara di Masjid Salman ITB, Netizen Tunggu Reaksi Raja Juli Antonio: Ditunggu Cibiran Jilid 2 nya Bro!
Sentil Balik Raja Juli Antoni, Anies Baswedan Sebut Masjid Bukan Sekedar Tempat Ibadah, Sampaikan Pesan untuk Jaga Demokrasi
Ramai Tudingan Penutupan dan Larangan Drone di Kawasan TNBTS Akibat Ladang Ganja, Menhut Raja Juli Buru-Buru Klarifikasi
Populasi Bertambah! 2 Anak Hariamau Sumatra Lahir di Sanctuary Harimau Barumun, Menhut Raja Juli Antoni Sumbang Nama