Menurut pria yang pernah bekerja di Australia ini, pemerintah Indonesia dinilai terlalu lamban dalam menetapkan status bencana di Indonesia sebagai bencana nasional.
“Pemerintahnya udah nyantai aja, statusnya bukan bencana nasional. Pemerintah daerahnya juga bilang dananya nggak cukup,” imbuhnya.
Ketanggapan pemerintah daerah dan pusat juga menjadi concern pria yang sekarang tinggal di Bangkok, Thailand ini.
“Nggak cukup karena dananya disimpan di deposito, pemerintah pusatnya juga nggak bisa bantu,” katanya.
Bima juga menyoroti Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang ramai disorot karena memanggul beras untuk korban bencana.
“Sekalinya bantu kayak gini, caper (cari perhatian), manggul-manggul beras, seolah-olah kayak lu doang yang bawa beras disitu,” cibirnya.
Bima juga menanyakan apakah pemerintahan Indonesia yang tidak memiliki konsultan politik.
“Sebenernya orang-orang pemerintahan punya konsultan politik nggak, sih?” tanyanya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Inilah Profil Perusahaan yang Diduga Biang Keladi Banjir Sumatra, Lengkap Statusnya saat Ini
PT Toba Pulp Lestari Bergerak di Bidang Apa? Inilah Profil Perusahaan yang Dituduh sebagai Penyebab Banjir di Sumatra Utara
Rata dengan Tanah! Willie Salim Tunjukkan Dahsyatnya Kerusakan Perumahan Akibat Banjir Bandang
Apa Itu PT TPL? Inilah Profil Perusahaan yang Dituding Sebabkan Banjir Sumatra Utara: Pemilik, Tahun Berdiri, Lokasi, Sejarah Kepemilikan
BRI Gerak Cepat Bantu Warga Sumut–Sumbar Usai Banjir Bandang: Ribuan Paket Disalurkan hingga Perahu Karet untuk Evakuasi