SketsaNusantara.id - Meski berada di wilayah perbatasan, agen BRILink yang dikelola Yuni Asiska (32) tidak kalah dengan yang ada di wilayah perkotaan. Hal itu berdasarkan jumlah transaksi dan besaran putaran keuangan dalam jangka waktu perbulan.
“Dalam waktu 3 bulan, jumlah perputaran keuangan pernah mencapai empat miliar rupiah,” ungkap Siska, sapaan akrabnya, Minggu 30 November 2025 kepada SketsaNusantara.id.
Bukan tidak mungkin, saat itu memang musim panen tembakau, antara bulan Juni hingga Agustus. Mayoritas, warga Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu adalah sebagai petani. Saat musim kemarau, warga di wilayah utara Kabupaten Jombang tersebut memilih menanam tembakau. Selain harganya cukup menjanjikan, saat kemarau tiba, perawatan tanaman ini mudah.
Pada musim panen tembakau inilah, banyak pedagang yang keluar masuk di Desa Kepuhrejo untuk mencari dagangan daun tembakau. Dalam bertransaksi jual beli, mereka sering melakukan pembayaran non tunai dengan para petani. Selain aman, juga praktis.
Membaca peluang itu, Siska bersama suaminya, Eko Wibowo (34) lantas bermitra dengan BRI untuk membuka agen BRILink.
“Saya buka agen BRILink baru enam bulan,” akunya.
Baca Juga: Hadir di Pelosok Desa, Agen BRILink ini Layani Pelanggan dari Dua Kabupaten dan Selalu Edukasi Warga
Apalagi, kata dia, para petani di desanya banyak petani muda yang tidak canggung menghadapi perkembangan teknologi. Tak terkecuali layanan perbankan yang juga memerlukan kecanggihan teknologi dalam bertransaksi.
“Petani di sini banyak petani milenial, Mas. Jadi tidak asing dengan penggunaan layanan perbankan. Apalagi para pedagang dari luar yang seringkali tidak membawa uang tunai. Pertimbangannya lebih aman, praktis, dan cepat. Jadi tidak harus pergi ke kantor BRI terdekat. Selain itu, meski hari libur, kalau di agen BRILink tetap terlayani,” terang Siska.
Siska mengaku, meski agen BRILink yang dibukanya baru seuisia umur jagung lebih dua bulan, namun pelanggannya langsung membeludak. Selain warga sekitar yang menggunakan layanan transfer jual beli online, pelanggan lain adalah customer toko pertanian yang selama ini dia kelola.
“Jumlah transaksi besar di BRILink adalah petani dan pedang tembakau. Pada saat musim panen kemarin, per pelanggan ada yang bertransaksi dengan nominal lima puluh juta rupiah. Bahkan mencapai delapan puluh juta rupiah. Itu biasanya tarik tunai,” terang Siska.
Sampai-sampai, karena perputaran uang yang besar, ia sempat bolak-balik ke BRI Kantor Unit Tapen hingga 3 kali dalam sehari.
Artikel Terkait
Agen BRILink, Garda Terdepan Tanggulangi Penipuan
Bermitra Menjadi Agen BRILink, Toserba ini Suguhkan Semua Layanan Perbankan
Menjadi Agen BRILink, Pria di Jombang Terima Penghasilan Melebihi UMK