“Itu mereka mengambil bahan makanan, Pak dan tidak bersifat menjarah atau merusak, memecahkan kaca, dan sebagainya,” ucapnya. Narasi yang beredar di media sosial kemudian diklarifikasi sebagai tindakan warga yang berada dalam kondisi terbatas.
Petugas gabungan terus berupaya membuka jalur yang tertutup material longsor. Akses dari Tapanuli menuju Sibolga menjadi fokus utama. “Ini yang masih belum tembus ya Pak Menko, dari Tapanuli ke Sibolga karena di sini ada longsoran-longsoran yang sangat panjang,” kata Suharyanto.
Longsoran yang memutus jalur tersebut diperkirakan mencapai hampir 50 kilometer.
Berdasarkan laporan yang diterima tim gabungan, proses pembukaan jalur diperkirakan memerlukan waktu tiga hari.
Laporan sementara untuk wilayah Sumatera Utara mencatat 172 korban meninggal dunia dan 147 orang masih hilang. Selain itu, banyak warga yang selamat memilih mengungsi untuk sementara waktu sambil menunggu kondisi membaik dan akses kembali terbuka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ernest Prakasa Rayakan Ulang Tahun ke-16 Putrinya, Sky Solana: Ungkapan Haru, Doa, dan Banjir Ucapan dari Publik Figur
Gempita Nora Marten Raih Piala AMI Awards 2025 di Usia 10 Tahun: Prestasi Membanggakan yang Banjir Doa dan Pujian
Habis Biaya Berapa? Surya Insomnia Banjir Pujian Usai Turun Tangan Langsung Tambal Jalan Berlubang di Tangsel, Andre Taulany: Inisiatif Luar Biasa!
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sumatera Utara, Jalur Darat Lumpuh dan BNPB Targetkan Pembukaan Akses dalam 1–2 Hari