Kamis, 4 Juni 2026

Laporan BNPB Hari ke-4 Bencana Sumatera Utara: Kondisi Kota-Kota Terdampak, Fakta Akses Terputus, dan Upaya Menembus Longsoran Panjang

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 30 November 2025 | 18:30 WIB
Penampakan salah satu wilayah di Sumatera Barat yang terdampak banjir. (X/@tanyarlfes)
Penampakan salah satu wilayah di Sumatera Barat yang terdampak banjir. (X/@tanyarlfes)

SketsaNusantara.id - Informasi terbaru mengenai bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Hingga hari keempat, petugas gabungan masih bekerja di sejumlah lokasi yang aksesnya belum pulih. Kondisi di beberapa daerah menunjukkan perbedaan tingkat penanganan, dari wilayah yang sudah stabil hingga masyarakat yang masih terisolasi.

Suharyanto menjelaskan situasi awal bencana yang muncul akibat hujan deras pada 25 dan 26 November 2025. Ia menuturkan bahwa sejumlah kawasan langsung terdampak, termasuk Kota Medan yang sempat terendam.

Baca Juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Ucapkan Rasa Belasungkawa Atas Bencana Banjir yang Melanda Pulau Sumatera

Dalam konferensi yang digelar bersama Menko PMK, ia menyampaikan perkembangan terkini di lapangan. “Kota Medan yang merupakan ibu kota provinsi sempat banjir, tapi per hari ini adalah hari ke-4 karena Sumatera Utara itu duluan yang terkena bencana,” ujarnya.

Sejumlah daerah yang sempat mengalami gangguan kini berangsur pulih. Langkat, Medan, Tebing Tinggi, dan Asahan disebut sudah berada dalam kondisi yang tidak lagi memerlukan penanganan terpusat.

Kebutuhan utama di wilayah tersebut kini berada pada tahap pemulihan ringan dan koordinasi lanjutan di tingkat daerah.

Baca Juga: Update Data Korban Bencana Banjir dan Longsor Sumatera, 166 Orang di Sumut Meninggal Dunia

Namun, situasi berbeda terjadi di beberapa kabupaten lainnya. Suharyanto menyampaikan bahwa Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga termasuk wilayah yang terdampak cukup luas.

Dari seluruh wilayah itu, dua lokasi masih berada dalam kondisi yang memerlukan perhatian tinggi. “Nah, di kabupaten dan kota yang saya sampaikan, yang sekarang masih perlu mendapat perhatian serius adalah Tapanuli Tengah dan Sibolga,” katanya.

Tapanuli Tengah dan Sibolga disebut masih terisolir akibat kombinasi banjir dan longsor. Suharyanto menerangkan bahwa akses menuju dua wilayah tersebut hanya dapat dicapai melalui udara atau dari jalur laut menuju Kota Sibolga.

Kondisi jalur darat masih terputus karena runtuhan tanah di beberapa titik.

Ia juga menanggapi video yang beredar mengenai warga yang mengambil bahan makanan dari salah satu minimarket.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X