Minggu, 19 Juli 2026

Warga Solo Ditangkap karena Buka Rekening Pakai Identitas Orang Lain, Polisi Ungkap Modus Lengkap Pemindahan Dana dan Celah Sistem Perbankan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 27 November 2025 | 21:00 WIB
Ilustrasi penipuan. (Pexels/Sora Shimazaki )
Ilustrasi penipuan. (Pexels/Sora Shimazaki )

SketsaNusantara.id - Kasus pembukaan rekening dengan identitas palsu kembali mencuat di Solo.

Seorang warga Rejosari, Jebres, berinisial EK berusia 54 tahun ditangkap aparat kepolisian setelah aksinya membuat rekening bank menggunakan data pribadi orang lain terungkap.

Peristiwa ini menyita perhatian karena menyangkut proses perbankan yang seharusnya diawasi secara ketat oleh lembaga terkait.

Baca Juga: Kasus Penipuan Rp100 Juta, Pak Tarno Akhirnya Buka Suara Setelah 12 Tahun!

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa pelaku membuka rekening baru di salah satu kantor cabang Bank Jateng. Rekening tersebut dibuat dengan identitas milik orang lain dan kemudian digunakan untuk menerima aliran dana yang diduga berasal dari rekening para korban.

Pelaku mengendalikan rekening baru itu untuk memindahkan dan membelokkan dana tanpa diketahui pemilik identitas yang digunakan.

Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Derry Eko Setiawan, menjelaskan bahwa kasus ini mulai terungkap setelah laporan dari salah satu korban masuk pada 18 November 2025.

Baca Juga: Hati-Hati! OJK Catat Rp7 Triliun Lenyap Akibat Penipuan Digital, Ratusan Ribu Laporan Masuk ke Anti-Scam Center

Ia menjelaskan bahwa laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan awal untuk melihat pola dan alur perpindahan dana. Dari informasi itu, polisi menemukan adanya pembukaan rekening yang tidak sesuai prosedur.

“Pelaku memanfaatkan kelengahan sistem perbankan dan memproses pembukaan rekening menggunakan identitas orang lain. Dana korban kemudian dialihkan ke rekening tersebut,” ujar Derry dalam keterangannya pada Rabu, 27 November 2025. Pernyataan itu menunjukkan bahwa mekanisme verifikasi di cabang bank tersebut tengah menjadi fokus penyelidikan.

Hingga kini, penyidik masih menelusuri kemungkinan korban lain yang mengalami kejadian serupa. Pemeriksaan tambahan dilakukan untuk melihat apakah pelaku pernah memakai identitas lain untuk membuat lebih dari satu rekening baru.

Polisi juga memeriksa berbagai dokumen yang ditemukan pada pelaku guna mengungkap cara ia memperoleh data pribadi yang digunakan.

Selain menyelidiki pelaku, aparat kepolisian juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X