SketsaNusantara.id - Warga Desa Salak, Kecamatan Randuagung, Lumajang, berbondong-bondong mendatangi sebuah acara yang menawarkan minyak goreng murah seharga Rp10.000 per botol.
Namun, warga yang antusias harus kecewa dan kebingungan lantaran adanya syarat yang tak biasa yakni wajib menunjukkan KTP dan mengunduh aplikasi DANA.
Acara yang dipromotori oleh beberapa orang yang diduga berasal dari luar desa ini sontak menimbulkan keramaian dan kecurigaan.
Namun banyak juga warga yang mengeluh karena tidak bisa mendapatkan minyak goreng murah tersebut.
Selain kecewa, beberapa warga mengaku diminta menunjukkan KTP dan mengunduh aplikasi DANA di ponsel mereka.
Dalam video amatir dari akun tiktok @Mase mase tersebut menunjukkan video yang memperlihatkan peristiwa petugas yang menjual minyak goreng kemasan yang umumnya dijual Rp 18.000 hingga Rp 25.000 perliter ditawarkan hanya Rp 7.000-Rp 10.000.
Kecurigaan warga semakin kuat setelah ada dugaan bahwa data pribadi yang mereka berikan akan disalahgunakan.
Pihak kepolisian dari Polsek Randuagung yang menerima laporan dari warga langsung mendatangi lokasi.
Polisi kemudian datang dan membubarkan kerumunan masyarakat dan mengamankan beberapa orang yang terlibat pada pelaku dugaan penipuan berkedok tebus murah minyak goreng tersebut.
Kapolsek Randuagung, Iptu Budi Santoso, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Kami masih mendalami kasus ini. Dugaan sementara, ini adalah modus penipuan dengan memanfaatkan kebutuhan masyarakat akan minyak goreng murah," ujarnya.
Artikel Terkait
Siapa Adies Kadir? Wakil Ketua DPR RI yang Sebut Tunjangan Rp50 Juta Kurang untuk DPR
Heboh Gaji DPR Sehari Capai Rp3 Juta, Personal Assistant Anggota Dewan ini Ungkap Hanya 0,5 Persennya: Pemasukan Lebih Dari Itu!
Hibah 47 Hektar Aset Pemkab Jember ke Polda Jatim, Pansus DPRD Jember: Ini Peluang Pertumbuhan Ekonomi
Pernyataan Wakil Ketua DPR soal Tunjangan Rumah Rp50 Juta Bikin Jerome Polin Angkat Suara dan Ajari Cara Menghitung
Kilas Balik Ucapan Immanuel Ebenezer yang Pernah Bilang Jangan Bermain-main dengan Nasib Rakyat, Netizen: Lah, Ketangkap KPK
Demi Kepastian Hukum, Pansus Aset DPRD Jember Konsultasikan Rencana Hibah Lahan 47 Hektar ke Polda Jatim