SketsaNusantara.id - Video yang memperlihatkan puluhan siswa SD di Bandung duduk lesehan di trotoar beredar di media sosial pada Rabu, 26 November 2025.
Pada keterangan video yang diunggah akun X @randomable_, puluhan siswa SD tersebut diminta untuk menyambut Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Sayangnya, setelah menunggu hingga 5 jam, Wali Kota Bandung dikabarkan batal hadir.
Dalam video berdurasi 13 detik tersebut, beberapa siswa terlihat menangis di tengah terik cuaca saat itu.
“Anak SD diminta sambut wali kota Bandung sampai nunggu 5 jam, tapi wali kotanya batal hadir,” begitu informasi yang tercantum dalam rekaman tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran tim redaksi, puluhan siswa berseragam merah putih itu adalah murid SDN 117 Batununggal, Kota Bandung.
Mereka menunggu kehadiran Muhammad Farhan yang dijadwalkan akan meresmikan program Buruan Sae di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi dari akun Instagram @bandungunfold, puluhan siswa SD tersebut sudah berbaris sepanjang jalan untuk menyambut Wali Kota Bandung sejak pukul 8.00 WIB. Namun hingga pukul 13.00 WIB, Wali Kota tak kunjung mucul.
Hal ini memicu reaksi netizen yang mempertanyakan siapa pihak yang mengeluarkan perintah penyambutan tersebut.
“Ide siapa ini? Guru-guru atau disuruh pemkot? Wali Kota itu hanya jabatan sementara. Nggak usah sampai segitunya. Kasihan anak-anak ini. Bejakeun tah ka walkot @pemkotbandung @farhanpenyiar @PRFMNews,” komentar pemilik akun X.
Artikel Terkait
Sah? Gus Yahya Resmi Dipecat dari Jabatan Ketua Umum PBNU
Isi Surat Edaran Pemecatan Gus Yahya dari Jabatan Ketua Umum PBNU
Sosialisasikan Disiplin PNS, Warek I UIN KHAS Jember Minta Implementasi Etika Kerja ASN Diterapkan
Siapa Ketua Umum PBNU yang Baru Jika Gus Yahya Benar-benar Dipecat?
PAD Hingga November 2025 Capai Rp803,4 Miliar, Komisi C DPRD Jember Minta Bapenda Optimalkan Potensi Pendapatan Lainnya
Universitas Oxford Dikritik Keras Usai Abaikan Nama Peneliti Indonesia dalam Temuan Rafflesia Hasselti, Kolonialisme Akademik?
Dorong Pembuatan Sistem Pengawasan Pendapatan Berbasis Digital, DPRD Jember: Jangan Ada Kebocoran PAD Lagi
Arief Camra Ketua Yayasan Griya Lansia Malang Mendadak Diperiksa Ditressiber Polda Jatim, Ada Apa?