SketsaNusantara.id - Di tengah menguatnya isu pecat-memecat dan dinamika internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyatakan sikap dengan meluncurkan Gerakan Spirit Nahdlatut Tujjar, Rabu 26 November 2025.
Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Senayan Jakarta Pusat tersebut menghadirkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait sebagai pembicara utama.
Langkah ini disebut sebagai upaya menegaskan kembali pentingnya kemandirian organisasi dan penguatan basis ekonomi warga NU.
Baca Juga: Sempat Dihujani Banyaknya Protes, Forum Kongres XXI Akhirnya Resmi Terima LPJ PB PMII 2021-2024
Gerakan ini dipandang sebagai rekayasa sosial untuk mengingatkan bahwa sejarah NU sejak awal ditopang oleh tradisi ekonomi yang mandiri. Sebelum Sarekat Islam muncul, telah ada Sarekat Dagang Islam yang menggerakkan spirit kemandirian umat.
Demikian pula sebelum berdirinya Nahdlatul Ulama pada 1926, para kiai dan saudagar muda telah menggagas Nahdlatut Tujjar sebagai pondasi ekonomi bagi lahirnya organisasi.
Menurut Sekretaris Jendral PB PMII, Muhammad Irkham Thamrin, pesan sejarah tersebut menjadi relevan kembali ketika NU dihadapkan pada dinamika politik internal yang berpotensi mengganggu fokus jam’iyah terhadap pemberdayaan umat.
Baca Juga: Faqih Al-Haramain Pastikan akan Benahi Permasalahan Internal jika Menjadi Ketum PB PMII
“Kami meyakini Jam’iyah NU akan tetap eksis hingga yaumul qiyamah. Namun kekuatan organisasi sangat bergantung pada kesiapan jamaahnya. Generasi muda harus tetap kreatif, mandiri, dan tidak mudah bergantung pada dinamika politik struktural,” demikian pernyataan sikap PMII dalam peluncuran gerakan tersebut.
Melalui Spirit Nahdlatut Tujjar, kata Irkham, PMII mendorong agar warga muda NU tidak terjebak dalam polarisasi. Tetapi, sambung eks Ketua PC PMII Jombang ini, hadir sebagai penggerak inovasi dan kemandirian ekonomi.
"PMII menegaskan bahwa masa depan NU tidak semata ditentukan oleh dinamika elit. Tetapi oleh kemampuan generasi mudanya dalam menciptakan ekosistem ekonomi, sosial, dan intelektual yang berkelanjutan," ujar aktivis asal Tuban tersebut.
Baca Juga: Spekulasi Liar Menjelang Pemilihan Ketua Umum PB PMII 2024
Inisiatif ini, menurutnya, sekaligus menjadi seruan kepada seluruh kader. Tujuannya, lanjutnya, untuk terus mengisi ruang dakwah dan pemberdayaan dengan kreativitas dan dedikasi tinggi.
"Tentu pada akhirnya demi menjaga marwah NU sebagai organisasi keagamaan yang mandiri, matang, dan tahan terhadap gejolak politik," tutupnya.***
Artikel Terkait
PMII Resmi Berdiri di STIKES Husada Jombang, Jadi Komisariat Pertama di Kampus Kesehatan
Isi Surat Edaran Pemecatan Gus Yahya dari Jabatan Ketua Umum PBNU
Siapa Ketua Umum PBNU yang Baru Jika Gus Yahya Benar-benar Dipecat?