Kamis, 4 Juni 2026

Dorong Standarisasi Produksi Darah, PMI Jember Studi Tiru ke Sidoarjo Guna Penuhi CPOB Tahun 2026

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Senin, 24 November 2025 | 14:49 WIB
Optimalisasi layanan donor, PMI Jember lakukan benchmarking ke PMI Sidoarjo demi percepatan sertifikasi CPOB BPOM (Dok. PMI Jember)
Optimalisasi layanan donor, PMI Jember lakukan benchmarking ke PMI Sidoarjo demi percepatan sertifikasi CPOB BPOM (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id – Dalam upaya meningkatkan standar kualitas layanan Unit Donor Darah (UDD), Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember melakukan studi tiru ke UDD PMI Kabupaten Sidoarjo pada Senin, 24 November 2025.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemenuhan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sebuah standar penting dalam proses produksi darah yang aman, higienis, dan terkontrol.

Rombongan PMI Jember dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah. Kehadiran mereka disambut oleh Sekretaris PMI Kabupaten Sidoarjo, Ainur Rofik, beserta jajarannya.

Baca Juga: Erupsi Semeru Kembali Aktif, 2 Relawan PMI Jember Dikerahkan untuk Asesmen dan Pelayanan Korban Terdampak

Dalam sambutannya, Zainollah menyampaikan apresiasi atas diterimanya rombongan PMI Jember dengan baik. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari persiapan matang menuju target besar pada 2026.

“Kami datang untuk belajar langsung dari UDD PMI Sidoarjo yang sudah lebih dahulu memenuhi standar CPOB. Tahun 2026, UDD PMI Jember ditargetkan harus sudah bisa memperoleh sertifikasi tersebut,” ujar Zainollah.

Ia menambahkan bahwa target percepatan CPOB merupakan instruksi langsung dari PMI Pusat dan PMI Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, UDD PMI Jember perlu melakukan lompatan kualitas layanan agar sejajar dengan UDD berstandar tinggi lainnya di Jawa Timur.

Baca Juga: Dukung Program Pemkab Jember ‘Bunga Desaku’, PMI Jember Gelar Aksi Donor Darah dan Layanan Ambulan Gratis

“Atas perintah dari atas, baik dari PMI Pusat maupun PMI Jatim, kami harus mempersiapkan diri. CPOB bukan hanya soal standar, tetapi jaminan bahwa produk darah kita aman bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui studi tiru ini, UDD PMI Jember berharap dapat menyerap berbagai praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan UDD PMI Sidoarjo. Mulai dari sistem manajemen mutu, alur produksi komponen darah, fasilitas yang digunakan, hingga strategi peningkatan kapasitas tenaga teknis.

“Harapan saya, apa yang kami pelajari di Sidoarjo bisa menjadi referensi untuk mempercepat pemenuhan standar CPOB di Jember. Banyak hal yang harus dibenahi dan Sidoarjo menjadi contoh yang baik,” tambah Zainollah.

Baca Juga: Gandeng JRCS, PMI Gelar Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana di Wilayah Pesisir Jember, Edukasi Warga Hadapi Ancaman Tsunami

Saat ini, UDD PMI Sidoarjo memiliki kapasitas produksi mencapai 12.000 kantong darah setiap bulan. Angka ini jauh di atas kapasitas UDD PMI Jember yang berkisar pada 4.000 kantong darah per bulan. Perbedaan kapasitas ini sekaligus menjadi motivasi bagi PMI Jember untuk memperbaiki sistem produksi secara bertahap.

Sekretaris PMI Kabupaten Sidoarjo, Ainur Rofik, menyambut baik kedatangan tim PMI Jember. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap berbagi pengalaman dalam penerapan standar CPOB, termasuk tantangan yang pernah dihadapi serta solusi yang berhasil dijalankan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X