Kamis, 4 Juni 2026

Roy Suryo Ungkap Draf 'Gibran’s Black Paper' Hampir Selesai, Soroti Akun Fufufafa dan Klaim Tidak Ada Ijazah SMA Gibran

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 23 November 2025 | 22:00 WIB
Roy Suryo ungkap isi buku Gibran’s Black Paper. (Tangkapan Layar dari YouTube Indonesia Lawyers Club)
Roy Suryo ungkap isi buku Gibran’s Black Paper. (Tangkapan Layar dari YouTube Indonesia Lawyers Club)

SketsaNusantara.id - Isu mengenai riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik.

Polemik ini muncul setelah Roy Suryo mengungkapkan rencana penerbitan buku berjudul Gibran’s Black Paper.

Dokumen tersebut disebut menyajikan rangkaian temuan terkait perjalanan pendidikan Gibran serta riwayat digital yang ikut disoroti.

Baca Juga: Alasan Roy Suryo Dicekal 6 Bulan dan Pengakuannya soal Surat Resmi yang Belum Ia Terima meski Status Tersangka Sudah Ditetapkan

Perkembangan ini hadir setelah sebelumnya Roy merilis Jokowi’s White Paper dalam polemik ijazah Presiden Joko Widodo.

Menurut Roy, langkah serupa akan diterapkan dalam konteks Gibran. Ia menyebut telah menelusuri sejumlah data yang dianggap relevan, baik mengenai pendidikan maupun aktivitas digital Gibran ketika masih muda.

Dalam pernyataannya, Roy menyebut proses penyusunan buku tersebut hampir rampung. “Sudah selesai, sudah 95 persen hampir 99 persen. Tapi, kita kan mesti menyusun dalam bentuk buku namanya Black Paper, Gibran’s Black Paper, kalau ayahnya kan White Paper,” ujarnya dalam siaran podcast yang diunggah kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Sabtu, 22 November 2025.

Baca Juga: Di Balik Walk Out Audiensi Ijazah Jokowi di PTIK, Mengapa Roy Suryo cs Diminta Keluar

Roy menjelaskan bahwa buku tersebut memuat berbagai temuan, termasuk pembahasan mengenai akun Fufufafa yang ramai dikaitkan dengan Gibran.

“Nah, di buku itu lengkap. Mulai dari dia soal Fufufafa yang jelas 99,9 persen asli dia, itu nggak terbantahkan lagi akun itu, sampai ke kelakuannya,” imbuhnya.

Selain akun tersebut, Roy menyebut bahwa aktivitas akun Instagram Gibran yang pernah mengikuti akun judi online juga akan dibahas. Ia menilai isu ini memiliki relevansi karena berkaitan dengan penggunaan akun resmi yang melekat pada jabatan publik.

“Sampai juga ketika dia follow akun judi online dan itu diamini oleh Sekretariat Wapres,” jelasnya.

Roy menyatakan tidak khawatir mengenai kemungkinan adanya pelaporan hukum atas isi buku tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap data yang ditampilkan disebut dapat dipertanggungjawabkan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X