Kamis, 4 Juni 2026

Erupsi Belum Mereda, Semeru Catat Aktivitas Kegempaan Tinggi dan Radius Steril 8 Km saat Pengungsi Bersiap Kembali ke Sekolah

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 23 November 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi - Gunung Semeru pasca erupsi yang meninggalkan pesan misterius sekaligus peringatan bagi manusia. (X/pvmbg_)
Ilustrasi - Gunung Semeru pasca erupsi yang meninggalkan pesan misterius sekaligus peringatan bagi manusia. (X/pvmbg_)

 

SketsaNusantara.id - Aktivitas Gunung Semeru kembali meningkat pada Minggu pagi, 23 November 2025.

Laporan dari Pos Pengamatan Gunungapi Semeru mencatat kondisi cuaca mendung dengan arah angin lemah yang bergerak ke barat laut.

Peningkatan ini terjadi pada periode 00.00–06.00 WIB dan menjadi perhatian mengingat status gunung masih berada pada Level IV atau Awas.

Baca Juga: Penjelasan Pemkab Lumajang Soal Donasi Resmi, Pengungsian Liar, dan Pemenuhan Logistik bagi Ratusan Pengungsi Erupsi Semeru

Status tersebut belum mengalami perubahan sejak erupsi yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025. Catatan aktivitas terbaru menunjukkan sejumlah indikator yang perlu diwaspadai.

Asap dari kawah terpantau mencapai ketinggian hingga 1.000 meter di atas puncak. Dua letusan juga memunculkan kolom asap dengan tinggi 500–700 meter yang bergerak ke arah barat daya.

Pada hari keempat setelah erupsi, aktivitas kegempaan masih tinggi. Laporan yang sama mencatat 36 kejadian gempa letusan.

Baca Juga: Data Terbaru Erupsi Semeru: Awan Panas 7 Km, 157 Gempa, dan Peringatan Resmi Soal Bahaya di Radius 20 Km dari Puncak Gunung

Selain itu, terjadi dua kali gempa guguran dan lima gempa hembusan dalam rentang waktu pemantauan. Aktivitas ini menunjukkan kondisi gunung belum stabil sehingga warga diminta tetap memperhatikan seluruh imbauan resmi.

PVMBG menegaskan kembali larangan aktivitas pada radius 8 kilometer dari puncak. Area tersebut harus steril demi meminimalkan risiko bahaya erupsi yang masih mungkin terjadi.

Zona sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dari puncak juga ditetapkan sebagai wilayah paling berbahaya. Warga tidak diperkenankan melakukan aktivitas apa pun di area tersebut.

Bagi masyarakat yang tinggal di luar radius itu, imbauan tambahan tetap diberlakukan. Warga diminta menjaga jarak minimal 500 meter dari sempadan sungai.

Potensi aliran awan panas, guguran lava, dan lahar dikhawatirkan dapat mengikuti jalur sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan sejumlah anak sungai lainnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X