“Kerusakan sekecil apapun bisa berdampak serius pada mobilitas warga dan distribusi bantuan. Penanganan cepat dan terukur sangat penting untuk menjaga keselamatan masyarakat,” ucap Khofifa saat meninjau Gladak Perak di Candipuro.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati pun menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) dan juga Dinas PU.
“Kami bekerja sama dengan Balai Besar dan Dinas Pekerjaan Umum untuk memastikan seluruh fasilitas vital, termasuk jembatan dan jalan utama, aman digunakan dan siap mendukung operasi tanggap darurat,” paparnya.
Selain Gladak Perak, jalan utama hingga fasilitas publik dan jalur evakuasi juga menjadi fokus pemeriksaan dan pemantauan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Jalur Pendakian Ditutup Pasca Gunung Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas, Begini Kondisi Para Pendaki yang Berada di Ranu Kumbolo
5 Fakta Erupsi Gunung Semeru, 178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo hingga Status Tanggap Darurat di Lumajang
Tidak Patut Ditiru! Viral Video Warga Abadikan Detik-Detik Erupsi Gunung Semeru dari Dekat, Badan Geologi Ingatkan Bahaya Terkena Paparan Awan Panas
Hampir Setiap Tahun? Jejak Erupsi Gunung Semeru, Meletus Sejak 1818 hingga Picu Awan Panas dengan Jangkauan 10 Kilometer
Perkuat Penanganan Bencana, PMI Jember Berangkatkan 3 Relawan Terlatih untuk Pemetaan Dampak Erupsi Gunung Semeru