Menurutnya, cita-cita menjadi bangsa unggul di tingkat global tidak akan tercapai jika generasi mudanya tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang penuh kekerasan sosial.
“Kan mau 2045 leading di tingkat dunia, gimana dong kalau kita tidak melakukan penguatan sekarang?” ujar Natalius.
Ia kemudian mendorong agar penanganan bullying menjadi tanggung jawab bersama empat lembaga utama.
Keempatnya terdiri atas lembaga pendidikan sebagai penanggung jawab pengetahuan, lembaga pelatihan dan pengembangan untuk keterampilan, aparat penegak hukum sebagai pengawal aturan, serta keluarga dan lembaga keagamaan sebagai penanggung jawab pembinaan mental dan spiritual.
“Kalau bullying itu terjadi di dunia pendidikan, maka empat lembaga inilah yang harus duduk bersama untuk merumuskan, untuk meniadakan tindakan,” pungkas Natalius.
Dengan pernyataan tegas itu, Kementerian HAM menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga penggerak utama dalam memastikan lingkungan pendidikan di Indonesia terbebas dari praktik perundungan yang merusak generasi bangsa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Minta Anggaran 20 T, Menteri HAM Natalius Pigai Disentil Dino Patti Djalal: Tidak Mungkin Dikabulkan Presiden Prabowo
2 Alasan Natalius Pigai Minta Anggaran Kementrian HAM Jadi Rp20 Triliun, Netizen Singgung Aksi Kamisan dan Tragedi 98
Pernah Jadi Juru Parkir! Inilah Kisah Inspiratif Natalius Pigai di Balik Kesuksesannya Hingga Diangkat Jadi Menteri HAM
Menteri HAM Pamer Kantor Baru, Fedi Nuril Sentil Natalius Pigai Soal Kasus Siswa SMK di Semarang yang Tewas Ditembak Polisi
Dianggap Tak Etis, Candaan Menteri HAM Natalius Pigai Jadi Nyinyiran Netizen: Menteri Opo Iki