Senin, 13 Juli 2026

Surga Kopi Robusta dari Lereng Gunung Raung Jadi Pengungkit Ekonomi Petani Jember

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Rabu, 5 November 2025 | 20:08 WIB
Kopi robusta dari lereng Gunung Raung. (Angga Juli Setiawan/ SketsaNusantara.id)
Kopi robusta dari lereng Gunung Raung. (Angga Juli Setiawan/ SketsaNusantara.id)

"Tidak hanya itu, dengan kebutuhan pasar soal kopi cukup besar membuat harga bisa melambung tinggi," tuturnya.

"Saat ini untuk kopi jenis robusta bisa menyentuh harga Rp70 ribu, kalau untuk harga arabika lebih dari Rp100 ribu," tegasnya.

Baca Juga: Jaring Barista Terbaik, Kenalkan Cita Rasa Kopi Andalan Jember

Namun, saat panen raya memang harganya sempat turun sekitar Rp44 ribu karena stoknya sangat banyak di pasaran.

"Meskipun begitu, kami masih bisa bertahan dan dari luasan yang ada kita bisa menghasilkan sekitar 100 ton per sekali panen," jelasnya.

"Jadi kami memiliki strategi penjualan, sehingga menjaga harga kopi bisa agak lebih stabil," sambungnya.

Baca Juga: Monyet Liar Serang Warga Jember yang Sedang Cari Rumput di Kebun Kopi

Untuk saat ini pihaknya mengungkapkan, jika kopi Raung yang dijualnya masih pasarnya lokal saja.

"Seperti kami masih melayani kebutuhan warga sekitar desa saja, tapi kadang juga ada yang beli dari luar kota juga tapi jarang," ucap Zainal.

Kendala yang dihadapi menurutnya, terutama pada faktor cuaca dan juga ketersediaan pupuk khususnya bagi petani kopi.

Baca Juga: Gelar Rapat RT dan RW di Kecamatan Gumukmas, Bupati Gus Fawait Minta Masyarakat Ikut Awasi Program Pemerintah

"Kalau cuaca pasti ya, kalau stabil pasti hasilnya bagus. Tapi kalau curah hujannya tinggi sekali akan mempengaruhi kualitas kopi," tambahnya.

"Sebab, kalau kami jual yang sudah diroasting ini bisa mencapai Rp100 ribu per setengah kilogram, untuk yang green bean sekitar Rp70 ribu. Jadi pasti akan berpengaruh pada harga jual juga cuaca ini," tukasnya.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa membantu dan memberikan atensi kepada para petani kopi di Jember.

"Terutama pada ketersediaan pupuk dan stabilisasi harga jualnya, ini harapan kami," tutupnya.***

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X