"Peningkatan intensitas ini adalah bagian dari perilaku erupsi Gunung Merapi sejak tahun 2021. Pada musim saat curah hujan tinggi seperti sekarang ini juga bisa mengganggu kestabilan kubah," ucap Agus.
"Perlu diketahui bahwa awan panas yang terjadi masih jauh dari pemukiman warga. Kami terus melakukan pemantauan 24 jam sehingga masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, tapi tetap waspada," pesannya.
Pihaknya juga menekankan kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh terhdap berita-berita yang belum jelas kebenarannya dan memastikan memperoleh informasi dari kanal resmi Kementerian ESDM.
"Masyarakat diharapkan untuk tetap siaga dan tidak terpengaruh berita-berita tidak benar," tutur Agus.
"Warga Merapi tetap bisa mengikuti informasi terbaru dari saluran-saluran resmi dari kami dan tetap patuhi rekomendasi (Badan Geologi ESDM)," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
3 Fakta Gunung Agropuro di Pulau Jawa, Jalur Hikingnya Gak Kaleng-Kaleng, Nomor Terakhir Bikin Pendaki Salfok!
Sampai di Puncak Merbabu, Intip Momen Amanda Manopo Naik Gunung Bareng Kenny Austin, Netizen: Luar Biasa Neng...
Tiket Masuk Hanya 10 Ribu Nikmati Pesona Menawan Kebun Teh Gunung Gambir di Jember Jawa Timur
Jalur Landai dengan View Tak Kalah Menawan, Berikut Rekomendasi 3 Gunung di Jawa Timur untuk Kamu Pendaki Pemula
7 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia, Ada yang Lewat Terowongan Terpanjang di Jawa Timur hingga Pemandangan Gunung Semeru
Fiersa Besari Tanggapi Tren Joget di Gunung, Soroti Etika dan Fenomena Viral di Media Sosial