Minggu, 19 Juli 2026

Fiersa Besari Tanggapi Tren Joget di Gunung, Soroti Etika dan Fenomena Viral di Media Sosial

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Potret Fiersa Besari saat mendaki gunung. (Instagram/fiersabesari)
Potret Fiersa Besari saat mendaki gunung. (Instagram/fiersabesari)

 

SketsaNusantara.id - Penyanyi sekaligus penulis Fiersa Besari akhirnya angkat bicara mengenai tren joget-joget di gunung yang belakangan ramai dibicarakan publik.

Melalui unggahan Instagram Story-nya pada Kamis, 9 Oktober 2025, Fiersa memberikan pandangannya dengan gaya khasnya yang tenang namun tajam, menyoroti sisi etika, budaya, dan perilaku warganet di media sosial.

“Bung, kasih paham yang joget di gunung dengan alasan kebebasan berekspresi dong?” tulis seorang warganet yang diunggah Fiersa Besari.

Baca Juga: Gara-Gara Dzawin Resmi Menikah, Fiersa Besari Terpaksa Belikan HP Mewah Seharga Puluhan Juta untuk Manajernya

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Istagram Story @fiersabesari, Fiersa pun menjawab panjang lebar dengan penjelasan reflektif dan menohok, bukan hanya kepada pelaku tren tersebut, tetapi juga kepada publik yang kerap memviralkan hal-hal semacam ini.

Fiersa mengawali tanggapannya dengan nada hati-hati, menegaskan bahwa dirinya sebenarnya enggan ikut mengomentari isu tersebut, namun akhirnya memutuskan untuk menanggapinya secara terbuka.

“Sebenarnya saya menahan diri untuk tidak ikut komentar soal ini. Tapi baiklah. Saya coba bahas dengan kapasitas yang seadanya,” tulisnya.

Baca Juga: Fiersa Besari Ungkap Alasan Ferry Irwandi Jadi Sumber Inspirasi Setelah Menyaksikan Debat Bertema Aksi Massa Siapa Berada di Baliknya

Ia kemudian menyoroti bahwa persoalan ini sejatinya bukan tentang adanya larangan hukum atau peraturan formal terkait aktivitas berjoget di gunung, melainkan soal etika.

“Saya coba tanya kamu yang tahu berita ini, ada nggak peraturan resmi yang melarang seseorang joget-joget di gunung? Ada? Nggak ada? Oke. Berarti urusannya adalah etika ya,” lanjut Fiersa.

Menurutnya, urusan etika bersifat fleksibel dan seharusnya bisa diselesaikan secara bijak tanpa harus menjadi konsumsi publik atau viral di media sosial.

“Harusnya bisa diselesaikan antara pelaku joget dengan pemilik adat yang tidak terima (dengan privat dan tanpa perlu viral),” tulisnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X