Fiersa kemudian menyoroti pihak lain yang menurutnya turut berperan dalam memperkeruh suasana yaitu akun-akun media sosial yang kerap mengunggah dan memviralkan hal-hal semacam ini demi mendapatkan perhatian.
“Bagi saya sendiri, yang menjadi masalah adalah akun-akun ‘berita’ gunung yang upload dan memviralkan hal-hal seperti ini,” tulisnya dengan nada tegas.
Ia menilai bahwa kebiasaan memperbesar isu seperti ini justru menciptakan perdebatan tidak produktif di antara para pecinta alam. Alih-alih membahas hal yang benar-benar penting, masyarakat malah sibuk berdebat soal hal-hal sepele.
“Membuat perdebatan di antara masyarakat perihal apa yang sebenarnya tidak perlu. Ngomongin hal-hal yang nggak harus diomongin supaya akunnya makin rame,” tambahnya.
Dalam bagian akhir unggahannya, Fiersa juga melontarkan kritik keras kepada warganet yang terlalu mudah menghakimi atau menjadikan isu seperti ini bahan untuk menyerang orang lain di media sosial.
“Padahal lebih banyak hal krusial yang harus diselesaikan. Perihal sampah, perbaikan peraturan untuk meminimalisir kecelakaan, edukasi cagar alam, misalkan,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan dan keselamatan pendaki seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengomentari perilaku orang lain yang sedang viral.
“Bubar lah. Percuma naik gunung kalau ujungnya jempolmu cuma dipakai julid,” tutupnya.
Sebagai seorang pendaki gunung yang telah lama dikenal dekat dengan alam, Fiersa tampak memahami betul nilai-nilai yang harus dijaga ketika berada di gunung. Namun, ia juga menyadari bahwa setiap pendaki memiliki latar belakang dan pemahaman yang berbeda-beda.
Pesan Fiersa sebenarnya tidak menolak kebebasan berekspresi, melainkan mengingatkan agar kebebasan tersebut dijalankan dengan mempertimbangkan etika dan menghormati kearifan lokal, terutama ketika berada di tempat sakral seperti gunung yang memiliki nilai spiritual bagi sebagian masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ramai Asumsi-Asumsi Liar, Fiersa Besari Imbau Netizen Untuk Bijak Dalam Mengomentari Insiden Hipotermia di Puncak Carstensz
Gak Nyangka Bisa Sampai ke Carstensz Pyramid di Tengah Insiden 2 Pendaki Wanita Gugur, Fiersa Besari Bikin Video Penuh Makna: Doakan Kami...
5 Pernyataan Fiersa Besari Soal Tragedi Puncak Carstensz, Ceritakan Kondisi Cuaca Buruk saat Mendaki hingga Sampaikan Pesan Ini untuk Netizen
Momen Haru Fiersa Besari Akhirnya Bisa Kembali Pulang dengan Selamat Pasca Tragedi di Puncak Carstensz, Dapat Kejutan Ini dari Anak dan Istri Tercinta
Tersenyum Lebar, Keluarga Unggah Momen Terakhir Mendiang Elsa Laksono di Puncak Carstensz, Fiersa Besari: Maafkan Saya...