SketsaNusantara.id - Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Syekh Abdul Qadir Jailani Situbondo mengalami musibah, salah satu bangunan asrama putri dikabarkan telah ambruk.
Musibah yang menerpa lembaga pendidikan agama Islam ini berlokasi di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Situbondo.
Peristiwa ambruknya asrama putri terjadi pada Rabu, 29 Oktober 2025 sekitar pukul 00.30 WIB, 12 orang santri dikabarkan menjadi korban.
Satu orang santriwati meninggal dunia, sedangkan lainnya mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan.
Adanya musibah yang menimpa ponpes di Jatim, Menteri Agama Nasaruddin Umar turut memberikan ucapan duka cita.
"Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Kementerian Agama, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah," ucapnya saat di Tangerang pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Menag Nasaruddin juga mengatakan bahwa pihaknya sudah diturunkan untuk membantu ponpes yang sedang tertimpa musibah.
Tim yang dikirim oleh Kementerian Agama bertujuan untuk memberikan pendampingan hingga koordinasi dengan Pemda Situbondo.
Imam besar Masjid Istiqlal itu menambahkan bahwa musibah yang menimpa Ponpes di Situbondo ini diharapkan menjadi yang terakhir.
Tim dari Kementerian Agama telah bekerjasama dengan pihak PUPR hingga Kementerian Sekretariat Negara terkait musibah tersebut.
Nasaruddin juga menambahkan bahwa Kemenag akan membuat aturan khusus untuk mendirikan dan mengelola pondok pesantren.
Artikel Terkait
Peringati Resolusi Jihad, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Seblak Jombang Kerahkan Ribuan Peserta untuk Kirab Hari Santri
Sejarah Hari Santri Nasional, Peran KH Hasyim Asy’ari di Balik Tanggal 22 Oktober hingga Ponpes Babussalam di Malang
Siapa Pencetus Hari Santri Nasional? Mengenal Sosok KH Thoriq Darwis, Pengasuh Ponpes Babussalam Malang yang Lahir di Jember
Peringati Hari Santri, Bupati Jember Gus Fawait Jelaskan Perjuangan Ponpes Hingga Janjikan Beasiswa Pendidikan
Hujan Deras, Peserta Kirab Serahkan Bendera Merah Putih ke Cucu Pendiri NU di Ponpes Tebuireng