“Proses ini tidak hanya mengurangi potensi pencemaran, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah diolah kembali menjadi produk yang berguna,” ungkapnya.
Selain aspek lingkungan, Dhanny menjelaskan bahwa kegiatan ini juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Produk sabun hasil olahan dapat dikembangkan menjadi usaha kecil yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual.
“Pelatihan ini membawa dampak positif ganda, baik dari sisi pelestarian lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Peningkatan Kesadaran dan Nilai Ekonomi Masyarakat
Manfaat program juga dirasakan langsung oleh warga. Endah Diana, pengurus Bank Sampah Azalea, menyebut pelatihan dari BRI Peduli memberikan pengetahuan baru dan mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
“Selama ini, kami menjual minyak jelantah ke bank sampah induk. Namun, setelah mengikuti pelatihan ini, kami dapat mengolahnya sendiri menjadi produk yang bisa kami gunakan kembali. Hasil olahan tersebut juga nantinya bisa memberikan keuntungan yang cukup besar apabila kami jual,” ungkap Endah.
Peningkatan partisipasi warga terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang menabung minyak jelantah di Bank Sampah Unit (BSU) Azalea. Langkah ini membantu mengurangi limbah cair berbahaya dan menumbuhkan ekonomi lokal berbasis lingkungan.
BRI Peduli Dorong Ekonomi Hijau dan Kolaboratif
Program BRI Peduli – Yok Kita Gas telah dilaksanakan sejak tahun 2021 dan kini menjangkau 41 lokasi di seluruh Indonesia.
Program terbagi menjadi dua bentuk, yakni Yok Kita Gas – Pasar Tradisional dan Yok Kita Gas – Stand Alone Location yang menyasar wilayah padat penduduk serta bank sampah atau TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu).
Hingga kini, BRI Peduli telah bermitra dengan 38 bank sampah, mencatat total tabungan hingga Rp1,79 miliar, memproduksi lebih dari 155 karung pupuk kompos, 1.250 kemasan pupuk organik cair (POC), serta 777 liter eco-enzyme.
Program ini juga berhasil menyerap 108.860 kg sampah organik dan 88.449 kg sampah anorganik, dengan potensi reduksi emisi gas metan dan karbon dioksida mencapai miliaran kilogram setara CO₂.
Dhanny menambahkan, pelatihan ini bukan hanya soal menciptakan lingkungan bersih, tetapi juga membangun kesadaran sosial agar masyarakat berkolaborasi menjaga keberlanjutan lingkungan.
Program ini diharapkan menjadi contoh bagaimana inovasi dan tanggung jawab sosial dapat berjalan berdampingan untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
BRI Akselerasi Penyaluran KPR FLPP, Dukung Program 3 Juta Rumah dan Asta Cita Pemerintah
BRI Dorong UMKM Kuliner Asal Padang Perkuat Branding Menuju Pasar Global
Dorong Roda Ekonomi Nasional, Kredit Konsumer BRI Tumbuh Double Digit Capai Rp216 Triliun
Dari Limbah Paralon Jadi Cuan Ekspor, BRI Dorong EANK Solo Tembus Pasar Asia dengan Inovasi Hijau
BRI Hadirkan Konser Babyface di Jakarta, Tawarkan Diskon 25% Lewat BRImo untuk Pengalaman Musik Kelas Dunia