SketsaNusantara.id - Masalah sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah di Indonesia.
Setiap hari, jutaan ton sampah dihasilkan dari aktivitas rumah tangga, industri, hingga perkantoran. Namun, belum semuanya terkelola dengan baik.
Akibatnya, sebagian sampah mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) BRI Peduli – Yok Kita Gas, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menjalankan berbagai inisiatif nyata dalam menjaga lingkungan.
Salah satunya melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah yang digelar di Bank Sampah Azalea, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini melibatkan anggota PKK Kelurahan Babakan serta pengurus dan anggota bank sampah setempat.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung cara mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring dan sabun tangan.
Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp14,65 Triliun untuk MBR di Seluruh Indonesia
Dari Limbah Jelantah Menjadi Sabun Bernilai Tambah
Pelatihan ini menjadi inovasi lingkungan yang memberi manfaat nyata dalam mengurangi limbah rumah tangga.
Minyak jelantah yang biasanya dibuang setelah digunakan memasak berpotensi mencemari tanah dan saluran air.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih bijak dan kreatif dalam mengelola limbah rumah tangga.
Artikel Terkait
BRI Akselerasi Penyaluran KPR FLPP, Dukung Program 3 Juta Rumah dan Asta Cita Pemerintah
BRI Dorong UMKM Kuliner Asal Padang Perkuat Branding Menuju Pasar Global
Dorong Roda Ekonomi Nasional, Kredit Konsumer BRI Tumbuh Double Digit Capai Rp216 Triliun
Dari Limbah Paralon Jadi Cuan Ekspor, BRI Dorong EANK Solo Tembus Pasar Asia dengan Inovasi Hijau
BRI Hadirkan Konser Babyface di Jakarta, Tawarkan Diskon 25% Lewat BRImo untuk Pengalaman Musik Kelas Dunia