Minggu, 19 Juli 2026

Tingkatkan Pelayanan Ramah Disabilitas Rumah Sakit Widodo Ngawi Gelar Pelatihan DID

Photo Author
Dyla Putry R., Sketsa Nusantara
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 11:32 WIB
Pelatihan DID I-See Ngawi di RS Widodo (sketsanusantara.id)
Pelatihan DID I-See Ngawi di RS Widodo (sketsanusantara.id)

SketsaNusantara.id - Rumah Sakit Widodo Ngawi bekerjasama dengan Yayasan Paramita Indonesia menggelar Pelatihan Pengembangan Inklusif Disabilitas Disabilitiy Inclusive Development (DID) selama dua hari (17-18 Oktober 2024) di Aula Instalasi Diklat RS Widodo.

Pelatihan Pengembangan Inklusif Disabilitas Disabilitiy Inclusive Development (DID) sendiri merupakan salah satu program I-SEE (Inclusive Sytem for Efective Eye Care).

Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur staf rumah sakit mulai dari tingkat managemen hingga petugas parkir.

Baca Juga: Datangi Kantor Dirjen Pajak, Purbaya Yudhi Sadewa Dapati Pegawainya yang Pound Fit di Kantor

Diharapkan dengan adanya pelatihan DID ini akan lahir komitmen kuat dan pengembangan layanan yang lebih ramah disabilitas khususnya di lingkungan RS Widodo Ngawi.

Direktur RS Widodo, dr. Nurul dalam sambutannya menyambut baik adanya pelatihan DID ini. Ia mengatakan bahwa saat ini masih banyak penyandang disabilitas yang menghadapi hambatan saat mengakses layanan kesehatan.

Lebih lanjut, ia juga menambahkan jika pelayanan ramah disabilitas adalah hak setiap pasien, bukan sekadar kewajiban semata.

Pelatihan DID ini diharapkan juga mampu mengembangkan keterampilan praktis dan empati staf, agar setiap pasien, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan pelayanan yang aman dan bermartabat.

Baca Juga: Oppa Korea Daehoon Akhirnya Klarifikasi Usai Isu Perselingkuhan Jule Mencuat: Tolong Jaga Anak-anakku...

Di hari pertama peserta pelatihan diajak Arizky Perdana Kusuma dari PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kabupaten Probolinggo sebagai narasumber untuk lebih memahi terkait paradigma dan konsep disabilitas.

Tidak sekedar pemaparan materi saja, dalam kegiatan ini para peserta pelatihan juga diajak diskusi intensif oleh narasumber Fadholi dari Yayasan Paramita Indonesia terkait hambatan dan hak-hak disabilitas.

Kegiatan semakin menarik saat para peserta pelatihan DID diajak praktik langsung memberikan pelayanan ramah disabilitas di hari ke dua.

Baca Juga: Mulai Cair, Seskab Teddy Pastikan BLT Rp 900 Ribu Cair Serentak untuk 3 Bulan, Sumber Dana dari Hasil Efisiensi Anggaran Pemerintah

Simulasi praktik baik layanan ramah disabilitas ini dimulai dari drop zone (kedatangan), loket pendaftaran, ruangan Poli, hingga farmasi.

Halaman:

Editor: Dyla Putry R.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X