Kamis, 4 Juni 2026

Menkes Budi Ungkap 40–50 Persen Masalah Kesehatan Bisa Selesai jika Program Makan Bergizi Gratis Berhasil

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Presiden Prabowo optimis bahwa MBG bisa menjadi salah program yang bisa berkontribusi mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen. (Instagram/prabowo)
Presiden Prabowo optimis bahwa MBG bisa menjadi salah program yang bisa berkontribusi mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen. (Instagram/prabowo)

SketsaNusantara.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi langkah besar dalam memperbaiki kondisi kesehatan nasional.

Program ini disebut mampu menyelesaikan hingga setengah dari permasalahan kesehatan yang selama ini dihadapi Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Budi menjelaskan bahwa Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus atau Benny akan banyak terlibat mengawal jalannya MBG.

Baca Juga: Bikin Ngakak! Begini Kehidupan Amanda Manopo Pasca Menikah, Perubahan Sifat Kenny Austin hingga Menu 'MBG' Ramai Jadi Sorotan

Penugasan tersebut, katanya, datang langsung dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

“Dokter Benny disuruh pegang MBG, tapi sifat kami mendukung Badan Gizi Nasional agar program makan bergizi gratis Bapak Presiden berhasil,” kata Menkes Budi kepada wartawan di kantor Kemenkes, Jumat, 17 Oktober 2025.

Ia menambahkan, jika program ini berjalan sesuai harapan, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap kondisi kesehatan masyarakat. “Saya sebagai Menkes selalu bilang kalau (MBG) berhasil, mungkin 40–50 persen masalah kesehatan bisa selesai,” lanjutnya.

Baca Juga: Viral Siswa Tak Sentuh Menu Makanan MBG Sama Sekali, Hanya Diambil Bagian Ini Saja...

Sementara itu, Wamenkes Benny menegaskan bahwa MBG juga akan menjadi alat penting untuk mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

Menurutnya, tren penurunan stunting selama ini berjalan lambat, sehingga dibutuhkan intervensi langsung yang menyentuh kelompok paling rentan.

“Kita tahu angka stunting turunnya lambat. Jadi harus dilakukan intervensi langsung, nah intervensi langsungnya adalah dengan memberikan makan bergizi dari mulai ibu hamil,” jelas Benny.

Benny menuturkan, penerima manfaat program ini bukan hanya anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil yang membutuhkan asupan gizi tinggi.

Pemberian makanan bergizi sejak masa kehamilan dianggap penting untuk mencegah stunting sejak dini.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X