Minggu, 19 Juli 2026

Penyaluran Honorarium Guru Ngaji di Jember Tahap Pertama Rampung

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 18:47 WIB
Salah seorang penerima honorarium guru ngaji tampak semringah di Balai Desa Kertonegoro, Jenggawah, Jumat pagi. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Salah seorang penerima honorarium guru ngaji tampak semringah di Balai Desa Kertonegoro, Jenggawah, Jumat pagi. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Siti Latifa, warga Dusun Gumukjati, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, menjadi salah satu di antara ratusan nama yang menerima insentif guru ngaji di Balai Desa Kertonegoro, Jumat, 17 Oktober 2025 pagi.

Saat ditanya oleh sejumlah awak media, ia mengungkapkan bahwa ia sudah menerima insentif guru ngaji sejak tahun 2021.

Tidak menunggu lama, wanita berusia 45 tahun itu langsung menyelesaikan segala urusan administrasi, lalu pulang.

Baca Juga: Singgung Polemik Ponpes dan Trans 7, Rumah YouTuber Stevanus Didatangi Banser Jember: Sudah Lukai Hati Santri dan Kiai

"Ini sudah keempat kalinya, tapi yang sekarang ini makin cepat dan berbeda dari sebelumnya," katanya. Siti Latifa menjelaskan bahwa penyaluran insentif kali ini lebih baik dan lebih cepat.

"Sebelumnya, kami harus antri di bank berjam-jam. Kali ini cukup bawa KTP, tandatangani dan langsung dapat uang, lalu pulang," ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa insentif tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

"Alhamdulillah senang karena bisa membantu kita sebagai guru ngaji," katanya. Uang itu digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti belanja sembako, bahkan membayar biaya sekolah anak.

Baca Juga: Salurkan Honor secara Terhormat, Pemkab Jember Gelar Pendataan Guru Ngaji Secara Terbuka

"Alhamdulillah terima kasih banyak kepada Bapak Bupati dan pemerintah, terima kasih semuanya. Semoga bermanfaat dan berkah," harapnya.

Di sisi lain, Lutfiatul Hasanah, penerima honorarium guru ngaji dari Desa Kemuningsari Kidul, juga berharap dan menyampaikan kegembiraannya.

"Alhamdulillah, senang bisa mendapat honor sebagai guru ngaji karena memang banyak yang masih belum menerima," katanya.

Baca Juga: Respons Keluhan Wali Murid, Pemkab Jember Siapkan Angkutan Sekolah Gratis

Wanita yang biasa disapa Lutfi ini menuturkan bahwa syaratnya tergolong mudah. "Cukup bawa KTP, data siswa, dan foto lembaga," katanya.

Ia berharap, untuk pencairan honorarium guru ngaji selanjutnya mampu mencakup lebih banyak guru ngaji. Karena di desanya masih banyak yang belum terdata.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X