Selain membuka pintu bagi talenta asing, Prabowo juga menyoroti jumlah BUMN yang dinilai terlalu besar dan tidak efisien.
Menurutnya, Indonesia kini memiliki lebih dari 1.000 BUMN termasuk anak dan cucu perusahaan.
Jumlah tersebut, kata Prabowo, harus dikurangi agar manajemen menjadi lebih sederhana dan fokus pada sektor-sektor strategis.
“Saya sudah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara untuk merasionalisasi semuanya, memangkas dari 1.000 BUMN menjadi angka yang lebih rasional, mungkin 200 atau 230, 240,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengurangan itu bukan semata-mata penyederhanaan administratif, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat efisiensi dan profitabilitas.
Reformasi ini, lanjutnya, diarahkan agar BUMN menjadi lebih sehat, transparan, dan memiliki daya saing tinggi.
Prabowo menambahkan, reformasi BUMN adalah langkah penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Ia menilai banyak perusahaan pelat merah yang selama ini belum memberikan hasil optimal bagi negara karena lemahnya tata kelola dan kurangnya orientasi bisnis modern.
Di hadapan para eksekutif global, Prabowo juga menyinggung perlunya pemimpin politik memahami dunia ekonomi.
Menurutnya, masih banyak pejabat publik yang jauh dari realitas bisnis dan data ekonomi.
“Kadang-kadang ada semacam keterputusan antara pelaku ekonomi dan pelaku politik. Banyak pemimpin politik mungkin takut dengan angka atau takut dengan bisnis,” ucapnya.
Ia mendorong generasi muda yang ingin menjadi pemimpin politik untuk mempelajari ekonomi dan bisnis agar mampu membuat kebijakan yang rasional dan berpihak pada kemajuan nasional.
Arah baru yang disampaikan Prabowo ini menandai perubahan besar dalam paradigma pengelolaan BUMN.
Dari regulasi yang lebih terbuka hingga penyederhanaan struktur, pemerintah berupaya menjadikan BUMN sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang efisien, modern, dan berdaya saing global.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
5 Pesan Prabowo Subianto dalam Upacara HUT ke-80 TNI di Monas, Singgung Soal Kecerdasan Buatan hingga Regenerasi Kepemimpinan
Pemerintah Resmikan 16 Sekolah Garuda, Siapkan Anak Daerah 3T Jadi Talenta Unggul Lewat Program Prabowo
Dari Papua untuk Papua, Ari Sihasale Dilantik Prabowo sebagai Anggota Komite Percepatan Otonomi Khusus Papua, Apa Tugasnya?
Presiden Prabowo Subianto Copot Kepala Bapanas, Tunjuk Sosok Ini Rangkap Jabatan untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Presiden Prabowo Segera Lantik 9 Tokoh Komite Reformasi Polri, Nama Mahfud MD Ikut Masuk?