Minggu, 19 Juli 2026

Reformasi BUMN ala Prabowo: WNA Boleh Jadi Bos, 1.000 Perusahaan Akan Dirampingkan Jadi 200

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Presiden Prabowo menyebut akan memangkas jumlah BUMN dan membuka peluang kepemimpinan talenta asing di tubuh BUMN.  (YouTube/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo menyebut akan memangkas jumlah BUMN dan membuka peluang kepemimpinan talenta asing di tubuh BUMN. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Selain membuka pintu bagi talenta asing, Prabowo juga menyoroti jumlah BUMN yang dinilai terlalu besar dan tidak efisien.

Menurutnya, Indonesia kini memiliki lebih dari 1.000 BUMN termasuk anak dan cucu perusahaan.

Jumlah tersebut, kata Prabowo, harus dikurangi agar manajemen menjadi lebih sederhana dan fokus pada sektor-sektor strategis.

“Saya sudah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara untuk merasionalisasi semuanya, memangkas dari 1.000 BUMN menjadi angka yang lebih rasional, mungkin 200 atau 230, 240,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengurangan itu bukan semata-mata penyederhanaan administratif, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat efisiensi dan profitabilitas.

Reformasi ini, lanjutnya, diarahkan agar BUMN menjadi lebih sehat, transparan, dan memiliki daya saing tinggi.

Prabowo menambahkan, reformasi BUMN adalah langkah penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Ia menilai banyak perusahaan pelat merah yang selama ini belum memberikan hasil optimal bagi negara karena lemahnya tata kelola dan kurangnya orientasi bisnis modern.

Di hadapan para eksekutif global, Prabowo juga menyinggung perlunya pemimpin politik memahami dunia ekonomi.

Menurutnya, masih banyak pejabat publik yang jauh dari realitas bisnis dan data ekonomi.

“Kadang-kadang ada semacam keterputusan antara pelaku ekonomi dan pelaku politik. Banyak pemimpin politik mungkin takut dengan angka atau takut dengan bisnis,” ucapnya.

Ia mendorong generasi muda yang ingin menjadi pemimpin politik untuk mempelajari ekonomi dan bisnis agar mampu membuat kebijakan yang rasional dan berpihak pada kemajuan nasional.

Arah baru yang disampaikan Prabowo ini menandai perubahan besar dalam paradigma pengelolaan BUMN.

Dari regulasi yang lebih terbuka hingga penyederhanaan struktur, pemerintah berupaya menjadikan BUMN sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang efisien, modern, dan berdaya saing global.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X