IFG menilai bahwa budaya keterbukaan informasi publik memiliki peran penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan milik negara.
Keterbukaan juga dianggap menjadi sarana penting untuk mendorong partisipasi publik, mengurangi risiko penyimpangan, serta meningkatkan efisiensi tata kelola perusahaan.
Sebagai bagian dari transformasi struktural BUMN keuangan, IFG lahir dari kebijakan pemerintah melalui pembentukan Holding Asuransi dan Penjaminan pada 2020.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2020, BPUI ditetapkan menjadi perusahaan induk, dengan nama baru Indonesia Financial Group (IFG) yang disahkan melalui surat Kementerian BUMN Nomor S-562/MBU/08/2020.
Saat ini, IFG membawahi 17 entitas terafiliasi, termasuk PT Askrindo, PT Jamkrindo, PT Jasa Raharja, PT Jasindo, PT Bahana Sekuritas, dan PT IFG Life. Melalui sinergi tersebut, IFG berupaya menghadirkan tata kelola keuangan nasional yang lebih tangguh, transparan, dan dipercaya publik.
Dukungan IFG terhadap prinsip keterbukaan informasi publik diharapkan menjadi contoh penerapan ESG yang konkret di sektor BUMN.
Melalui komitmen transparansi, IFG tidak hanya mengedepankan tanggung jawab sosial, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang sebagai fondasi keberlanjutan bisnis.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
IFG Luncurkan Kindness to Progress 2025, 25 Karyawan Jadi Agen Perubahan di Desa Ngabab Malang
IFG Gelar Relawan Bhakti BUMN 2025 di Maros Sulawesi Selatan, Beri Dukungan pada Pendidikan hingga Pemberdayan UMKM
IFG dan Danantara Indonesia Dorong Transparansi Aset Negara Lewat Gathering Komunikasi Korporasi, Bahas Tata Kelola dan Kolaborasi Strategis
IFG Tutup Program Kindness to Progress 2025 di Malang Usai Sukses Gelar 4 Proyek Sosial di Desa Ngabab, Pujon
IFG Dukung Konferensi Nasional IIA 2025, Tegaskan Peran Audit Internal untuk Tata Kelola dan Transformasi Industri Keuangan