SketsaNusantara.id - Tayangan dalam program Xpose Uncensored milik stasiun TV swasta Trans7 menuai reaksi keras dari berbagai pihak.
Tayangan tersebut dinilai menyudutkan hingga menghina pesantren serta santri dan kyai di dalamnya.
Banyak pihak yang melayangkan protes, mulai dari PBNU hingga kelompok Jamiyah Jaosan Karangampel di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Berbeda dengan PBNU yang protes dengan menegur hingga melaporkan Trans7 ke Komisi Penyiaran Indonesia hingga kepolisian.
Kelompok Jamiyah Jaosan di Indramayu ini menggelar sholat jenazah sebagai aksi simbolik memprotes tayangan tersebut.
“Sekelompok warga yang tergabung dalam Jamiyah Jaosan Karangampel, Indramayu menggelar aksi simbolik bertajuk ‘Salat Jenazah untuk Trans7’, tulis akun Instagram @inbarinfo yang dikutip oleh SketsaNusantara.id.
Dalam video yang diunggah, terlihat sejumlah pria yang mengenakan pakaian koko, sarung hingga peci menggelar sholat jenazah di sebuah ruangan.
Sementara itu, di depannya tergeletak mayat palsu yang dibungkus layaknya jenazah asli.
Di atasnya, diletakkan kertas dengan tulisan ‘Trans7 dan Dwi Putri, nama salah satu presenter di stasiun TV milik Chairul Tanjung tersebut.
Sebelum video ini beredar, phak Trans7 telah memberikan pernyataan resmi sekaligus permohonan maaf.
Artikel Terkait
Heboh Istri Purbaya Yudhi Sadewa Mendapat Teror Paket Misterius Berisi Darah Segar, Benarkah?
Respons Presiden Prabowo terhadap Permintaan Maaf Erick Thohir Usai Timnas Gagal Lolos Piala Dunia 2026
DJ Panda Hadiri Pemeriksaan Polisi Atas Laporan Erika Carlina: Dihadapi Aja
Di Balik Tekanan Spin-Off 2026, Industri Asuransi Syariah Diprediksi Masuki Fase Emas Pertumbuhan
Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024, KPK Telusuri Aliran Uang dan Peran Asosiasi Penyelenggara
KPK Turun Tangan Kawal Program Makan Bergizi Gratis Prabowo, Soroti Celah Rawan dan Efektivitas di Lapangan