SketsaNusantara.id - Pasangan suami istri Sheila dan Mbah Tarman yang viral lantaran mahar cek sebesar Rp3 Miliar.
Terbaru, pihak vendor pernikahan Sheila dan Mbah Tarman mengaku belum mendapat pelunasan dari mempelai pengantin.
Melalui unggahan di akun TikTok @ponorogoviral, AV Media selaku vendor dokumentasi dan dekorasi pernikahan keduanya menagih hak mereka kepada Sheila dan Mbah Tarman.
Baca Juga: Begini Awal Mula Pertemuan Sheila dengan Mbah Tarman, Jatuh Cinta Sejak Pandangan Pertama?
Ia mengaku bahwa Sheila dan Mbah Tarman belum melakukan pembayaran kepada vendor.
"Masalahnya kita itu belum dibayar, Kak. Vendor kita belum dibayar," akunya.
Dikatakannya bahwa pihaknya cukup terkejut saat mengetahui mahar pernikahan berupa cek sebesar Rp3 Miliar.
Baca Juga: Heboh Mbah Tarman Beri Cek Kosong Sebagai Mahar, Keluarga Sheila Ungkap Awal Perkenalannya
Bagaimana tidak, pasalnya Mbah Tarman belum melakukan pembayaran kepadanya.
Bahkan katanya, hingga kini ia belum juga mendapatkan uang pembayaran sebagai vendor pernikahan mereka.
"Itu kita sebagai seksi dokumentasi itu sama dekorasi belum ada penjelasan sampai sekarang," ucapnya.
Bukannya segera melunasi, pihak vendor justru mendapat ancaman saat mereka menagih haknya.
Mbah Tarman juga sesumbar mengatakan akan memberikan uang sebesar Rp30 juta.
Artikel Terkait
Langkah Hukum Nadiem Makarim Gagal, Hakim PN Jaksel Nyatakan Penetapan Tersangka oleh Kejagung Sah
One by IFG Gaet Ribuan Warga di CFD Jakarta, Kampanye Sehat dan Melek Asuransi Jadi Strategi Baru Holding BUMN
Modus Cari Tembakau, Pria di Jember Ditangkap saat Hendak Cabuli Anak di Bawah Umur untuk Kali Kedua
Dokter Richard Lee Usut Sebab Ambruknya Mushola Ponpes Al-Khoziny, Diduga Tak Menggunakan Teknik Konstruksi Sesuai Standar Nasional Indonesia
Menkeu Purbaya Buka Kanal Aduan Langsung, Janjikan Bersih-Bersih Pajak dan Bea Cukai Tanpa Ampun bagi Oknum
Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, Istana Minta Danantara Cari Jalan Keluar
Jelang Akhir Tahun Puluhan Proyek Infrastruktur Baru Selesai Lelang, DPRD Jember Soroti Risiko Kualitas Pengerjaan