Minggu, 19 Juli 2026

Utang Indonesia Sentuh Rp9.138 Triliun, Kemenkeu Minta Publik Tak Panik

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi future tax. (Pexels/Nataliya Vaitkevich)
Ilustrasi future tax. (Pexels/Nataliya Vaitkevich)

Sebagai perbandingan, Malaysia memiliki rasio utang 61,9 persen, Filipina 62 persen, Thailand 62,8 persen, India 84,3 persen, dan Argentina mencapai 116,7 persen. Sementara Vietnam berada di kisaran 37,2 persen, mendekati posisi Indonesia.

Menurut Kemenkeu, peningkatan nominal utang bukan berarti kondisi fiskal memburuk. Kenaikan tersebut juga dipengaruhi pertumbuhan ekonomi yang memperbesar kapasitas penerimaan negara.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, kemampuan pemerintah membayar utang pun ikut meningkat.

Struktur utang Indonesia dinilai cukup sehat. Sekitar 71–72 persen utang kini menggunakan mata uang rupiah, sementara sisanya 28–29 persen dalam valuta asing. Komposisi ini membuat risiko terhadap fluktuasi kurs relatif kecil dan dapat dikelola dengan baik.

Dari sisi kebijakan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan utang senilai Rp9.138 triliun masih dalam kategori aman dan tidak perlu dikhawatirkan.

“Kalau acuan utang bahaya besar atau enggak, itu bukan dilihat dari nominalnya saja, tapi diperbandingkan dengan ekonominya,” ujar Purbaya dalam sesi media gathering daring, Jumat 10 Oktober 2025.

Ia menambahkan, rasio utang Indonesia yang masih di bawah 39 persen dari PDB menunjukkan posisi fiskal nasional tetap kuat.

Bahkan, beberapa negara besar seperti Jerman dan Amerika Serikat memiliki rasio utang di atas 100 persen, sedangkan Jepang mencapai lebih dari 250 persen.

Meski demikian, Kemenkeu berkomitmen untuk menekan penerbitan utang baru dengan memperbaiki efisiensi belanja negara.

“Ke depan kita akan cepat coba kontrol belanja pemerintah supaya lebih baik, sehingga yang enggak perlu-perlu saya bisa mulai potong,” tegas Purbaya.

Dengan langkah itu, pemerintah berharap keseimbangan fiskal tetap terjaga sambil memastikan pembiayaan pembangunan nasional berjalan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. ***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X