SketsaNusantara.id – Merebaknya permasalahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah menjadikan bahan evaluasi bagi Kodim 0814 Jombang. Akhir pekan kemarin, puluhan mitra yang tersebar di kota santri diundang dalam rangka silaturrohim dengan Dandim 0814. Tidak hanya mitra, forum tersebut juga menghadirkan para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Dalam penyampaiannya, Dandim 0814 Jombang Letkol Kav. Dicky Prasojo mengatakan, tujuan dilaksanakan acara tersebut agar pelaksanaan program MGB di Jombang dapat berjalan dengan baik.
“Pada 6 Oktober 2025, Dansat se Indonesia di kumpulkan residen. Salah satu arahannya bahwa TNI wajib mengamankan dan mensukseskan progam MBG yang menjadi unggulan presiden,” tegas dia.
Dijelaskan, MBG sudah ada badan yaitu BGN yang ditugaskan untuk mensukseskan progam ini, serta sudah ditunjuk SPPI yang menjadi Kepala SPPG.
“Saya berharap SPPI berkomunikasi dan koordinasi dengan Kodim. Kita memiliki data penerima manfaat di tiap-tiap kecamatan. Saya berharap SPPI tidak ada yang bergerak sendiri dalam menentukan penerima manfaat,” pinta Dicky
Sekali lagi, katanya, TNI diperintahkan mengawal progam MBG, bagaimana agar progam ini dapat berjalan dengan lancar.
Dikcy menambahkan, TNI tidak akan intervensi terkait pendirian SPPG. Yang diawasi, ungkap Dicky adalah pelaksanaannya. “Sehingga tidak terjadi rancu atau rebutan lokasi penerima manfaat. Danramil koordinasi melekat dengan Kepala SPPG dan mitra. TNI tidak ada kepentingan lain. Yang ada adalah MBG bisa sukses,” tegasnya.
Ia mengingatkan, apabila SPPG tidak mau koordinasi dengan Kodim, maka pihaknya bisa memberikan catatan dan akan disampaikan ke pusat. “Karna kami langsung dapat perintah dari presiden,” beber dia.
Menurutnya, progam ini sangat mulia. Terlepas dari itu, sambung Dicky, apabila ada keuntungan pihaknya menilai wajar. “Kalau ada untung itu silahkan, selama berjalan sesuai aturan,” ujar dia.
Baca Juga: LTN PCNU Jombang Gelar Workshop Santri Melek Digital, Harapkan Cetak Konten Kreator Bijaksana
Ia pun mengungkapkan, berdasarkan data dari Kodim 0814, sebanyak 20 SPPG yang sudah operasional. Sementara, ada 18 SPPG yang masih proses persiapan operasional. Terbanyak, SPPG PP Mambaul Ma’arif yang telah melayani MBG sejumlah 3.982 siswa.
Sementara itu, masih ada 46 mitra yang sedang menyelesaikan tahapan pendirian SPPG. Mulai dari pembangunan gedung, persiapan peralatan masak, dan segala kebutuhan masak yang telah ditetapkan BGN. Bahkan, ada juga status mitra yang proses pengajuannya terkena kebijakan roleback.
Artikel Terkait
Aliansi Gizi Tuntut Pencopotan 6 Pejabat BGN, Soroti Kebijakan Roll Back hingga Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
Harga Ayam Naik akibat Program MBG? Kepala BGN Akui Permintaan Meningkat hingga Ribuan Ekor per Dapur
Kasus Keracunan MBG, Pemerintah Bentuk Sistem Pemantauan Rutin ala COVID-19