Minggu, 19 Juli 2026

Agar Tak Berebut, Kodim 0814 Jombang Larang SPPI Bergerak Sendiri Tentukan Penerima Manfaat

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 16:20 WIB
Kegiatan sillaturrohim antara Dandim 0814/Jombang dengan para mitra BGN dan SPPI sedang berlangsung. (SketsaNusantara.id)
Kegiatan sillaturrohim antara Dandim 0814/Jombang dengan para mitra BGN dan SPPI sedang berlangsung. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Merebaknya permasalahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah menjadikan bahan evaluasi bagi Kodim 0814 Jombang. Akhir pekan kemarin, puluhan mitra yang tersebar di kota santri diundang dalam rangka silaturrohim dengan Dandim 0814. Tidak hanya mitra, forum tersebut juga menghadirkan para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Dalam penyampaiannya, Dandim 0814 Jombang Letkol Kav. Dicky Prasojo mengatakan, tujuan dilaksanakan acara tersebut agar pelaksanaan program MGB di Jombang dapat berjalan dengan baik.

“Pada 6 Oktober 2025, Dansat se Indonesia di kumpulkan residen. Salah satu arahannya bahwa TNI wajib mengamankan dan mensukseskan progam MBG yang menjadi unggulan presiden,” tegas dia.

Baca Juga: Dari Jawa Timur, Cahaya Peradaban Menyala: Refleksi Hari Jadi Jawa Timur dan Katalisator Ketokohan Perempuan

Dijelaskan, MBG sudah ada badan yaitu BGN yang ditugaskan untuk mensukseskan progam ini, serta sudah ditunjuk SPPI yang menjadi Kepala SPPG.

“Saya berharap SPPI berkomunikasi dan koordinasi dengan Kodim. Kita memiliki data penerima manfaat di tiap-tiap kecamatan. Saya berharap SPPI tidak ada yang bergerak sendiri dalam menentukan penerima manfaat,” pinta Dicky

Sekali lagi, katanya, TNI diperintahkan mengawal progam MBG, bagaimana agar progam ini dapat berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Pesan Menyentuh Mauro Zijlstra Usai Gagal ke Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026: Terima Kasih untuk Dukungan Kalian di Mana Pun Berada

Dikcy menambahkan, TNI tidak akan intervensi terkait pendirian SPPG.  Yang diawasi, ungkap Dicky adalah pelaksanaannya. “Sehingga tidak terjadi rancu atau rebutan lokasi penerima manfaat. Danramil koordinasi melekat dengan Kepala SPPG dan mitra. TNI tidak ada kepentingan lain. Yang ada adalah MBG bisa sukses,” tegasnya.

Ia mengingatkan, apabila SPPG tidak mau koordinasi dengan Kodim, maka pihaknya bisa memberikan catatan dan akan disampaikan ke pusat. “Karna kami langsung dapat perintah dari presiden,” beber dia.

Menurutnya, progam ini sangat mulia. Terlepas dari itu, sambung Dicky, apabila ada keuntungan pihaknya menilai wajar. “Kalau ada untung itu silahkan, selama berjalan sesuai aturan,” ujar dia.

Baca Juga: LTN PCNU Jombang Gelar Workshop Santri Melek Digital, Harapkan Cetak Konten Kreator Bijaksana

Ia pun mengungkapkan, berdasarkan data dari Kodim 0814, sebanyak 20 SPPG yang sudah operasional. Sementara, ada 18 SPPG yang masih proses persiapan operasional. Terbanyak, SPPG PP Mambaul Ma’arif yang telah melayani MBG sejumlah 3.982 siswa.

Sementara itu, masih ada 46 mitra yang sedang menyelesaikan tahapan pendirian SPPG. Mulai dari pembangunan gedung, persiapan peralatan masak, dan segala kebutuhan masak yang telah ditetapkan BGN. Bahkan, ada juga status mitra yang proses pengajuannya terkena kebijakan roleback.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X