Kamis, 4 Juni 2026

DPR RI Dorong Sosialisasi Energi Nuklir sebagai Solusi Listrik Ramah Lingkungan dan Terjangkau

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 20:00 WIB
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, menyoroti pentingnya memperluas pemahaman publik terkait penggunaan energi nuklir di Indonesia, khususnya dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Menurutnya, nuklir merupakan sumber energi yang efisien dan lebih bersih dibandingkan bahan bakar fosil.

Pernyataan ini muncul setelah adanya polemik soal dugaan radiasi dalam ekspor udang vaname asal Cikande, yang sempat ditolak oleh negara importir.

Baca Juga: Jaringan Narkoba Satu Keluarga di Jember Terbongkar, Polisi Sita 175 Gram Sabu

Setelah dilakukan penyelidikan oleh berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Penegakan Hukum, kepolisian, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan lembaga terkait lainnya, diketahui bahwa paparan radiasi berasal dari bahan pengemasan, bukan dari produk udang itu sendiri.

“Syukurlah, semua sudah diklarifikasi dan negara tujuan telah diberi penjelasan. Udang yang diekspor aman dikonsumsi dan tidak mengandung unsur berbahaya,” ujar Bambang pada Jumat, 10 September 2025.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang juga menjelaskan bahwa Komisi XII bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mendorong penyusunan regulasi yang mencakup pengembangan PLTN.

Baca Juga: Rayakan Hari Santri dengan Aksi Nyata, IPNU–IPPNU Panti Kompak Donor Darah untuk Jaga Stok PMI Jember

Energi nuklir dinilai sebagai alternatif yang memiliki nilai keekonomian tinggi, serta mampu menurunkan tarif listrik secara signifikan bagi masyarakat.

“Dibandingkan dengan sumber energi lainnya, listrik dari tenaga nuklir jauh lebih murah. Ini akan sangat menguntungkan masyarakat luas,” tambahnya.

Meski begitu, ia mengakui bahwa masih banyak pandangan yang berseberangan mengenai keamanan nuklir.

Baca Juga: Gus Fawait Jabarkan Arti Bandara Notohadinegoro Terkoneksi Jakarta Sebagai Jalan Entaskan Kemiskinan Jember dan Sekitarnya

Namun, Bambang menyampaikan bahwa negara-negara maju seperti Swiss, China, dan Rusia telah lama menggunakan tenaga nuklir untuk kebutuhan energi tanpa insiden besar.

“Bahkan Swiss, yang sempat kembali menggunakan energi fosil, mulai mempertimbangkan kembali pemanfaatan nuklir,” paparnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X