Minggu, 19 Juli 2026

Rayakan Hari Santri dengan Aksi Nyata, IPNU–IPPNU Panti Kompak Donor Darah untuk Jaga Stok PMI Jember

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 12:48 WIB
Santri peduli! IPNU–IPPNU Panti jadikan donor darah tradisi kemanusiaan rutin di Jember (Dok. PMI Jember)
Santri peduli! IPNU–IPPNU Panti jadikan donor darah tradisi kemanusiaan rutin di Jember (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id – Menyambut peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025, semangat kepedulian sosial kembali menggema dari Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan pihak Kecamatan Panti menggelar aksi donor darah di kantor kecamatan setempat.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Jember ini bukan sekadar seremoni menjelang Hari Santri, tetapi telah menjadi agenda rutin yang mencerminkan komitmen pelajar NU terhadap aksi kemanusiaan.

Baca Juga: Gus Fawait Jabarkan Arti Bandara Notohadinegoro Terkoneksi Jakarta Sebagai Jalan Entaskan Kemiskinan Jember dan Sekitarnya

Tahun ini menjadi pelaksanaan ketiga sejak program tersebut dimulai, dan kembali mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Camat Panti Hendra Kusuma menyampaikan apresiasinya atas konsistensi kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa partisipasi warga dalam donor darah menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berhasil mengumpulkan 25 kantong darah. Ini bukti nyata kepedulian masyarakat Panti untuk berbagi dan membantu sesama,” ujar Hendra.

Baca Juga: Sekolah Tangguh Bencana: BPBD Jember Sukses Gelar Simulasi SPAB di TK Al Amien

Sementara itu, Ketua PAC IPPNU Panti Ririn Novitasari, yang juga mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Islam Jember (UIJ), menjelaskan bahwa kegiatan donor darah sudah menjadi tradisi kemanusiaan bagi pelajar NU di wilayahnya.

“Ini sudah yang ketiga kalinya kami adakan, biasanya enam bulan sekali. Tapi melihat antusiasme masyarakat dan kebutuhan darah yang meningkat, kami berencana menambah frekuensinya menjadi tiga bulan sekali,” jelasnya.

Menurut Ririn, kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat solidaritas di kalangan pelajar NU, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya membantu sesama melalui tindakan nyata.

Baca Juga: Warga Bondowoso Lapor Polisi, Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Jember

“Donor darah bukan hanya tentang memberi, tapi juga tentang menjaga kehidupan,” tambahnya.

Aksi donor darah kali ini menjadi simbol bahwa semangat santri tak berhenti di ruang belajar, melainkan meluas ke ruang sosial.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X