Diana menyebut alasannya karena ia dianggap melontarkan pertanyaan di luar konteks acara kepada Presiden Prabowo.
Pertanyaan tersebut terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah.
Saat itu, Presiden baru saja tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma usai menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.
Agenda resmi Istana disebut hanya fokus pada penyampaian hasil pertemuan Presiden dengan sejumlah kepala negara. Namun, pertanyaan seputar program MBG dilaporkan memicu reaksi dari pihak Biro Pers.
Biro Pers disebut melarang wartawan yang bertugas di Istana menanyakan isu di luar agenda resmi Presiden.
Dari sinilah kemudian muncul kabar pencabutan kartu identitas liputan yang memantik kontroversi.
Di sisi lain, Presiden Prabowo saat itu tetap menyampaikan hasil kunjungannya di forum internasional. Beliau menjabarkan sejumlah poin penting dari dialog dengan para pemimpin dunia, sesuai agenda resmi lawatan luar negeri.
Hingga artikel ini diturunkan, pihak Istana belum mengeluarkan keterangan resmi terkait insiden pencabutan kartu identitas wartawan.
Publik kini menunggu kejelasan dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden mengenai duduk perkara yang sebenarnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Mediapreneur Talks Banten: Promedia Ajak Jurnalis Hadapi Era Disrupsi Informasi
Catatan 4 Tahun Promedia: Ironi Penulis yang Gagal Membaca, Saat Rumah Insan Jurnalisme Diserang oleh Mereka yang Enggan Memahami
Merayakan 4 Tahun Promedia dari Kacamata Seorang Ayah, Editor, dan Pejuang Algoritma
Audiensi JPP Promedia dan Gubernur Ahmad Luthfi Ungkap Komitmen Media Dukung Pembangunan Jawa Tengah
Citra PAN Terancam, 1.300 Media Jejaring Promedia Desak Zulkifli Hasan Pecat Eko Patrio dan Uya Kuya karena Tak Berempati