SketsaNusantara.id - Mantan Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi), kembali menorehkan pengakuan di kancah global setelah resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Global (Global Advisory Board) Bloomberg New Economy.
Pengumuman penunjukan ini dilakukan oleh Bloomberg New Economy pada April 2025 dan diketahui publik pada September 2025 ini.
Penunjukan Jokowi tersebut disambut baik oleh berbagai pihak di Indonesia, banyak pihak yang menilai ini sebagai pengakuan atas rekam jejak kepemimpinannya selama sepuluh tahun.
Baca Juga: Apa Itu Bloomberg New Economy? Jokowi Kini Terpilih Sebagai Anggota Dewan Penasehat Global
Penunjukan Jokowi ini juga disebut akan bisa memperkuat posisi strategis Indonesia di forum ekonomi internasional.
"Awal Januari saya mendapatkan tawaran itu kemudian pada akhirnya Januari saya menyanggupi, kemudian pertengahan Maret saya ditelpon langsung oleh Michael Bloomberg," ungkap Jokowi dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
"Ia memberikan selamat saya sudah masuk ke dewan penasehat Bloomberg New Economy," tambahnya.
Menurut Jokowi di Bloomberg New Economy nanti akan membicarakan terkait tantangan-tantangan dalam ekonomi bersama 21 anggota lainya.
Untuk itu peranan barunya ini akan membuatnya sering ke luar negeri memenuhi undangan forum-forum ekonomi yang bersifat global.
"Tentu saja gagasan-gagasan yang kita miliki, kemudian hal-hal yang terkait new economy di negara kita, Asean, yang bisa dilakukan ke negara lainnya utamanya kita ingin menyuarakan negara-negara berkembang," jawabnya saat ditanya apa yang akan ia bawa di forum tersebut.
Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy sendiri dibentuk sebagai forum elit untuk mencari solusi atas berbagai tantangan global yang kompleks.
Ini mulai dari pergeseran geopolitik dan perdagangan, perubahan iklim, hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi ekonomi digital.***
Artikel Terkait
Profil Arif Budimanta, Ekonom Muhammadiyah yang Pernah Jadi Staf Khusus Presiden Jokowi hingga Pimpin Megawati Institute
Jokowi Bongkar Alasan DPR Belum Bahas RUU Perampasan Aset untuk Pemberantasan Korupsi di Era Kepemimpinannya
Jokowi Ungkap Fakta Ijazah SMA Gibran di Singapura, Singgung Pihak di Balik Isu Panjang dan Proses Hukum yang Sedang Berjalan
Respon Enteng Zulhas Soal Keracunan MBG, Sebut Hanya Karena Belum Terbiasa: Dulu Saya Minum Susu ya Mencret
Fakta Baru Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Sembunyi di Kamar Mandi dan Wajah Dilumuri Tanah Hingga Tak Dikenali Massa
Pakai 'Bahasa Bayi', Ferry Irwandi Jelaskan Kebijakan Menkeu Purbaya Suntik Rp200 Triliun untuk 5 Himbara hingga Protes Hotman Paris
Dari Hobi Jadi Cuan, Kisah Pemilik Kopi Toejoean di Jakarta Barat, Kembangkan Bisnis Bersama LinkUMKM BRI