Sementara itu, UNESCO sebelumnya telah menetapkan enam rekomendasi untuk proses revalidasi. Beberapa di antaranya mencakup peningkatan visibilitas geopark, promosi dan konservasi geologi, hingga peningkatan aspek pendidikan. Badan Pengelola menyatakan siap menjalankan rekomendasi tersebut bersama para pemangku kepentingan.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak, terutama semua unsur pentahelix agar bisa bersama-sama mengambil peran yang sama,” ujar GM Badan Pengelola UNESCO Maros-Pangkep, Dedy Irfan.
Kegiatan peninjauan ini turut dihadiri pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Arafah, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Maros, Suwardi Sawedi.
Hadir pula Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata, Fransiskus Handoko, serta Direktur Poltekpar Makassar, Herry Rachmat Widjaja.
Dengan dukungan lintas pihak, Geopark Maros-Pangkep diharapkan mampu mempertahankan status Global Geopark UNESCO. Keberhasilan ini tidak hanya menjaga warisan alam dan budaya, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata dunia yang berkelanjutan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sejuk Bukan Main! Intip 2 Wisata Alam di Banyuwangi Jawa Timur, Cocok Dikunjungi Pas Weekend dan Liburan
Merasa Penat? Ini 5 Rekomendasi Wisata Alam di Jember yang Cocok sebagai Tempat Healing, Cocok untuk Libur Panjang Bersama Teman
5 Spot Wisata Sejarah di Jember, Ada Stasiun Peninggalan Belanda hingga Kampung Wisata
Pamer Romantis! Dinda Hauw dan Rey Mbayang Bagikan Momen Bersama di Kazu Jomblo Gunung Sumbing, Warganet: Wisata Masa Depan
Pemkab Jember Kembali Gelar Hyang Argopuro Festival IX di Desa Wisata Adat Arjasa, Usung Tema Mawar, Kenongo dan Kanthil