"tapi yang terjadi dari Loknga sampai dengan Papua yang dibagi adalah burger," imbuhnya.
Bukan tanpa alasan, menu seperti burger yang berbahan dasar tepung terigu ini bukanlah makanan khas Indonesia.
"Di mana tepung terigu tidak tumbuh di bumi Indonesia, nggak ada anak muda yang tahu bahwa gandum tidak tumbuh di bumi Indonesia,"
Amat disayangkan jika hasil bumi Indonesia yang amat kaya ini tidak dimanfaatkan dengan sebaiknya.
Menurutnya, tim dapur MBG juga tak seharusnya menuruti semua kemauan anak-anak terkait permintaan menu MBG.
"Saya setuju bahwa ada anak yang tidak suka dengan pangan lokal karena mereka tidak terbiasa, tapi bukan berarti lalu request anak-anak, lah kalau request-requestnya cilok mati kita," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kisah Supplier Ikan Pemasok Program MBG Berhasil Kembangkan Usaha Berkat KUR BRI
Cek Fakta: Benarkah MBG Bisa Bikin Pintar Matematika dan Bahasa Inggris? Ini Penjelasan dari BGN dan Wamen Stella
Klarifikasi Istana soal Isu Minyak Babi pada Food Tray MBG, Hasan Nasbi Tegaskan Bisa Uji di BPOM
Gandeng Dinas Kesehatan, Yayasan Bertapa Siap Sukseskan Pelaksanaan MBG di Jember
Viral Irisan Semangka MBG Mirip Lembaran Tissue, Netizen: Setipis Keadilan di Negeri ini