Kesanggupan tersebut didasarkan pada fleksibilitas anggaran kementerian atau lembaga yang masih bisa disesuaikan.
Baca Juga: Rapat Komisi X, Anggota DPR RI Desak Kenaikan Gaji Honorer, Sebut Gaji Rp300 Ribu Tidak Manusiawi
Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS ini juga menjelaskan bahwa dana yang tidak terserap hingga akhir tahun akan ditarik oleh negara untuk kemudian dialokasikan pada program sejenis, salah satunya bansos pangan.
Adapun program bansos pangan ini menargetkan 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan anggaran Rp7 triliun.
Program ini rencananya akan mulai disalurkan pada Oktober-November 2025.
Selain menanggapi usulan DPR, Purbaya juga menyampaikan rencananya membentuk tim khusus untuk mengawasi penyerapan anggaran.
Menurut Menteri Keuangan yang dilantik pada 8 September 2025 ini, masih ada program pemerintah yang lambat dalam realisasinya.
“Kalau mereka nggak bisa nyusun kebijakan anggaran dalam nyusun program kerjanya atau pengajuan anggarannya, kami akan kirim orang ke sana supaya jalannya cepat dan kita akan monitor on reguler basis,” imbuhnya dalam rapat perdananya dengan DPR pada 10 September 2025 lalu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Ayahnya Jadi Menkeu, Video Yudo Sadewa Sindir Orang Miskin Viral, Anak Purbaya Yudhi Sadewa: Crab Mentality
Pernah Ditegur Komisi XI DPR, Gaya Bicara Purbaya Yudhi Sadewa Kembali Disorot, Dokter Tirta: Pak Menkeu Cepet...
Belum Genap 24 Jam Menjabat, Menkeu Purbaya Diminta Turun, Tantowi Yahya Angkat Bicara Soal Gaya Bicaranya
Resmi Sandang Menpora Gantikan Dito Ariotedjo, Erick Thohir Mendapatkan Selamat dari Presiden FIFA
Erick Thohir Resmi Dilantik Sebagai Menpora, Benarkah Ada Isu Kementrian BUMN akan Dilebur dengan BPI Danantara?
Journalism 360 CoreLab Promedia 2025 Sapa Mahasiswa Unesa Surabaya, Bekal Karier di Era Digital
Ajak Para Jurnalis Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat, Demi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ternyata Kader Gerindra, Arlan Akui Dapat Banyak Teguran Dari Partai, Buntut Kasus Pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih Secara Sepihak