Pengadaan layanan Google Cloud di Kemendikbudristek menjadi sorotan publik sejak awal. Proyek ini terkait dengan program digitalisasi pendidikan yang membutuhkan anggaran besar di masa pandemi.
Akuntabilitas penggunaan anggaran kemudian dipertanyakan, terutama setelah muncul dugaan adanya praktik korupsi dalam pelaksanaannya.
Selain itu, proses hukum terhadap mantan menteri pendidikan ini juga menjadi ujian bagi transparansi dan integritas kebijakan digitalisasi sektor pendidikan.
Publik menyoroti bagaimana pemerintah dan aparat penegak hukum menangani perkara dengan nilai proyek yang signifikan dan berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.
KPK berkomitmen untuk menuntaskan penyelidikan kasus Google Cloud hingga tuntas. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan upaya Kejagung menindaklanjuti perkara pengadaan laptop Chromebook.
Kedua kasus tersebut memiliki konteks berbeda, namun tetap menuntut penyelesaian yang transparan agar publik mendapatkan kepastian hukum.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Pesan Singkat Nadiem Makarim Usai Diperiksa Kejagung Atas Dugaan Korupsi Chromebook Senilai Rp 9,9 Triliun, Singgung Hal Ini Untuk Kejagung
Fantastis! Kekayaan Jurist Tan, Eks Stafsus Nadiem Makarim Tersangka Kasus Korupsi Laptop Chromebook, 90 Persen Hartanya Berbentuk...
Ini Alasan Kejagung Belum Menetapkan Nadiem Makarim Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook
Nadiem Diperiksa KPK soal Proyek Google Cloud Rp400 M per Tahun, Ini Kata Eks Mendikbud Usai Keluar dari Ruang Pemeriksaan
Nadiem Makarim Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Laptop Chromebook, Proyek Rp9,8 Triliun Disebut Bermasalah sejak Awal