Sementara itu, netizen menilai penggantian Kapolri perlu diiringi dengan perubahan sistem dalam lembaga kepolisian.
“Tapi sistemnya nggak diganti ya sama aja. Akan terus menerus seperti itu,” cuit netizen.
Kapolri Sempat Didesak Mundur
Pada aksi unjuk rasa akhir Agustus 2025 lalu, muncul desakan dari masyarakat yang meminta Listyo Sigit mundur dari jabatannya.
Desakan tersebut merupakan buntut insiden tewasnya drivel Ojek Online Affan Kurniawan yang dilindas rantis Brimob.
Listyo Sigit juga sempat menanggapi tuntutan publik yang memintanya turun.
Ia mengungkapkan, jabatan yang saat ini diembannya merupakan hak prerogatif presiden.
Selain mendesak Listyo Sigit mundur, publik juga menuntut adanya reformasi dalam tubuh kepolisian.
Dalam tuntutan 17+8, publik meminta adanya reformasi kepemimpinan dan sistem di kepolisian Republik Indonesia agar lebih humanis.
Publik meminta DPR untuk segera merevisi UU Kepolisian sekaligus desentralisasi fungsi polisi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Tom Lembong Ungkap Indonesia Sedang Masuki Down Cycle, Demo Besar hingga Krisis Global Jadi Tanda Siklus Turun Ekonomi dan Politik
Jokowi Bongkar Alasan DPR Belum Bahas RUU Perampasan Aset untuk Pemberantasan Korupsi di Era Kepemimpinannya
Ferry Irwandi Umumkan Urusannya dengan TNI Selesai, Ajak Publik Fokus pada Tuntutan Rakyat
Usai Serangan Israel ke Doha, Presiden Prabowo Langsung Terbang ke Qatar Temui Emir Tamim, Lanjut Bertemu MBZ di Abu Dhabi
Tom Lembong Sebut Tuntutan 17 Plus 8 Jadi Awal Perubahan Sistem Pemerintahan Indonesia, Seperti Dongeng Papan Catur yang Berlipat Ganda