Dalam upaya menjaga transparansi, Yusril menjelaskan koordinasi telah dilakukan dengan Kementerian HAM.
Menteri HAM Natalius Pigai disebut membentuk tim monitoring guna memastikan aparat penegak hukum bertindak sesuai norma hak asasi manusia. Komnas HAM juga diberi ruang penuh untuk melaksanakan tugas pemantauan, pengumpulan data, dan menerima laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran.
Pemerintah, menurut Yusril, terbuka atas sorotan yang datang dari luar negeri. Menanggapi pandangan PBB mengenai demonstrasi di Indonesia, ia menegaskan bahwa tindakan hukum hanya diberikan kepada pihak yang melanggar.
Rakyat maupun mahasiswa yang berunjuk rasa secara damai tetap dijamin hak-haknya serta dilindungi oleh undang-undang yang berlaku.
Dengan penegasan itu, pemerintah berusaha menunjukkan komitmen menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan penghormatan terhadap hak asasi. Isu 17+8 Tuntutan Rakyat yang ramai di masyarakat dipastikan tidak akan diabaikan, melainkan dijadikan dasar untuk memperkuat arah kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Perjalanan Karier Yusril Ihza Mahendra yang Menjadi Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan
Resmi Menjadi Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra Dikritik Karena Pernyataannya Terkait Tragedi Mei 1998
Viral 6 Tingkah Blunder Menteri dan Wamen Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran: Ada Yusril Ihza Mahendra hingga Yandri Susanto
Fedi Nuril Akui Malu Melihat Pidato Prabowo Subianto yang Seperti Anak Kecil, Ekspresi Yusril Ihza Mahendra Jadi Sorotan