“Ternyata, tak bisa macam2 pejabat dengan kaum muda yang menguasai sosial media. Meski buzzer dikerahkan, busuknya tetap ketahuan,” tegasnya.
Fathur menyadari bahwa generasi muda memiliki peran signifikan dalam perlawanan sosial dan politik, terutama melalui media sosial.
Menurutnya, meski feed media sosial anak-anak muda kerap dipenuhi hal-hal ringan seperti konser, K-pop, atau konten estetik, mereka bisa seketika beralih menjadi saluran perjuangan ketika negara dianggap tidak berpihak pada rakyat.
“Anak2 muda ini foto2 feednya ikut konser, K-popers, hingga jalan dan makanan estetik, namun ketika negara macam2.. storynya berganti, menjadi pesan-pesan perjuangan, tuntutan perubahan, dan keresahan yang selama ini sudah lama ingin disuarakan,” ungkapnya.
Pernyataan ini sekaligus menunjukkan bagaimana ruang digital kini menjadi arena penting untuk menyampaikan keresahan rakyat.
Gerakan massa tidak hanya hadir di jalanan, tetapi juga merambah ke dunia maya, di mana informasi menyebar cepat dan solidaritas dapat dibangun lintas batas geografis.
Lebih menarik lagi, Fathur menekankan bahwa warna perlawanan bukanlah sesuatu yang terpisah dari kehidupan sehari-hari.
Ia sendiri sengaja menggunakan warna-warna cerah dalam foto aktivitas rutinnya, seperti saat bersama keluarga, bekerja, atau menekuni hobi.
“Sengaja kupasangkan warna ini pada foto sehari-hari. Ketika bersama keluarga, bekerja, dan menjalani hobi. Karena begitu juga semangat perjuangan ini melekat,” tulisnya.
Bagi Fathur, perjuangan tidak harus mengorbankan rutinitas sehari-hari, tetapi bisa berjalan beriringan. Yang terpenting adalah menjaga semangat perubahan dalam setiap langkah hidup.
Ia juga mengingatkan bahwa arogansi dan kurangnya empati dari para penguasa harus dijadikan pelajaran berharga untuk masyarakat dalam menjalani kehidupan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal Buka Suara Soal Demo Besar-besaran di Tanah Air, Kritik Hal Ini
Jenguk dan Naikkan Pangkat Polisi yang Alami Cedera, Prabowo Nyatakan Perang Pada Tindakan Makar Saat Demo
Presiden Prabowo Subianto Sebut Ada Mafia di Balik Aksi Demo Beberapa Hari Terakhir, Tegaskan Tak Akan Pernah Mundur Sampai Kapanpun!
Sudah Ada Sejak Zaman Belanda, Intip Sejarah Siskamling yang Kembali Dijalankan untuk Jaga Keamanan Warga di Tengah Maraknya Aksi Demo di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Naikkan Pangkat Polisi yang Luka Saat Kawal Demo, Netizen: Lalu Rakyat Dapat Apa?