Kamis, 4 Juni 2026

Cegah Anarkisme dan Penjarahan, Gubernur Jatim Khofifah Instruksikan Bupati dan Walikota untuk Jaga Lingkungan Masing-Masing

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Senin, 1 September 2025 | 12:16 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Saat bertemu warga. (Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Saat bertemu warga. (Humas Pemprov Jatim)

SketsaNusantara.idGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah mengeluarkan Surat Edaran tentang peningkatan langkah-langkah pencegahan terhadap gangguan keamanan, ketertiban umum, dan ketentraman masyarakat. Tujuannya, guna mencegah atau mengantisipasi terjadinya insiden serupa.

Langkah itu diambil sebagai respons terhadap dinamika situasi masyarakat saat ini agar tidak terjadi gangguan dalam bidang keamanan, ketertiban umum, dan ketentraman warga.

Selain itu, penerbitan surat tersebut juga merupakan tindak lanjut dari pernyataan pers Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Minggu, 31 Agustus 2025, mengenai situasi terkini di negara kita.

Baca Juga: Khofifah Indar Parawansa Pimpin Sholat Ghaib Bersama Warga Jawa Timur untuk Affan Kurniawan

“Sesuai dengan instruksi Presiden, serta berdasarkan pengamatan langsung kami di lapangan terkait kondisi terkini, kami menyadari perlunya adanya langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi,” ujar Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi pada Minggu malam.

Oleh karena itu, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya memperkuat kerjasama antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan lembaga pemerintah lain. Tujuanya, untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis dalam penyampaian aspirasi.

“Kita harus menjaga Jawa Timur. Kita harus menjaga Indonesia. Jangan sampai merusak fasilitas umum, melakukan penjarahan, dan tindakan lain yang melanggar hukum. Oleh karena itu, kolaborasi antara Pemda, TNI, dan Polri harus ada untuk menghindari peristiwa serupa terjadi,” tambahnya.

Baca Juga: Gus Fawait dan Gubernur Jatim Khofifah Bakal Bikin MTQ 2025 di Jember Semarak

“Bersama Forkopimda Jawa Timur, kami menyerukan kepada para Bupati dan Wali Kota di Jawa Timur untuk melakukan tindakan preventif dalam mengamankan objek vital di daerah masing-masing,” katanya.

Gubernur Khofifah juga meminta keterlibatan Perguruan Tinggi, Sekolah, Pondok Pesantren, dan institusi pendidikan lain untuk mencegah partisipasi siswa dalam kegiatan yang berpotensi melanggar hukum serta kegiatan yang tidak perlu dilakukan di malam hari.

“Kami mohon kepada guru dan orang tua untuk memastikan keselamatan anak-anak sekolah,” tegasnya.

Baca Juga: Unik! Gubernur Jatim Khofifah Kenalkan Bupati Jember sebagai Gus Darling

“Bahkan setelah kejadian demo yang ricuh kemarin, Dispendik Surabaya telah memutuskan untuk meliburkan sekolah dari tanggal 1-4 September dan menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk semua sekolah,” tambahnya.

Dalam SE itu juga diberikan instruksi kepada Kepala Desa atau Lurah, Ketua RW, dan Ketua RT bersama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan langkah-langkah pengamanan di wilayah mereka masing-masing.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X