Kamis, 4 Juni 2026

Ustadz Das'ad Latif Tak Setuju DPR Dibubarkan hingga Berikan Solusi Memilih Anggota Dewan, Tanggapan Purnomo Polisi Baik Bikin Salfok

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 08:00 WIB
Potret ustadz Das'ad Latif yang menyoroti desakan pembubaran DPR RI di tengah kontroversi tunjangan anggota dewan yang dianggap tak peka dengan kondisi ekonomi rakyat (Instagram/dasadlatif1212)
Potret ustadz Das'ad Latif yang menyoroti desakan pembubaran DPR RI di tengah kontroversi tunjangan anggota dewan yang dianggap tak peka dengan kondisi ekonomi rakyat (Instagram/dasadlatif1212)

Warganet menanggapi positif komentar Ipda Purnomo dan menyindir anggota dewan yang bahkan "tidak takut dengan Tuhan".

Baca Juga: Terjaring OTT, Immanuel Ebenezer Pernah Buat Pakta Integritas Jika Korupsi, Netizen Tagih Janji Hukuman Mati!

"Bandel banget kritik DPR aja gak bisa. Prihatin sekali. Jangankan kitab suci, Tuhan pun tidak ditakuti," komentar akun @an***9.

"Pilcaleg banyak yang bagi-bagi duit, sogok rakyat buat milih, tapi gak ada yang memihak masyarakat. Bahkan kaya ada yang diatur, harusnya gak kepilih malah naik jadi anggota DPR, krisis makin sulit, anggota dewan malah joget-jogetan," komentar akun @mu****90.

"Salfok dengan komentar Pak Purnomo, tapi memang mewakili keresahan kami. Memang mereka para pejabat katanya gak mau makan daging babi karena haram, tapi kalo makan uang korupsi mau," sindir akun @mi****ri.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Kritik Zulhas, Sebut Korupsi Musuh Utama Negara, Bukan Kemiskinan! Netizen Ramai Soroti Kesenjangan Sosial di Indonesia

Bukan yang pertama kalinya, sebelumnya, Ustadz Das'ad Latif juga pernah mengkritik kebijakan pemblokiran rekening nganggur hingga menyindir pejabat negara di tengah maraknya kasus korupsi di Indonesia.

"Sebagai muslim, hidup di indonesia melaksanakan syariat sangat nyaman. Satu saja yang sulit diamalkan, yaitu potong tangan saat mencuri," tulis Das'ad Latif dalam unggahan hari Senin, 25 Agustus 2025.

"Kenapa? karena jika terapkan banyaklah pejabat yg dipotong tangannya. Jangan marah ya pak Pejabat. Ke-BIJAK-an yang elegan harus berorientasi kemaslahatan dan tidak menimbulkan masalah baru," tuturnya.

"Ini wujud aspirasi saya dalam mencintai negara ini, di negara ini saya hidup, beribadah dan mencari nafkah, maka wajib bagiku memberikan masukan konstruktif demi indonesia Raya," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X