“Kalau ada orang yang halusinasi, jangan diteriakkan atau dibantah keras-keras. Dengarkan aja dengan tenang, jangan juga ikut membenarkan. Ingat, buat dia itu terasa nyata. Jadi sebaiknya dampingi, alihkan ke hal-hal lebih tenang, lalu pelan-pelan ajak cari bantuan profesional,” ujar akun @hati_236, memberitahukan jika halusinasi saat mendaki biasanya disebabkan faktor kelelahan fisik dan kondisi tubuh yang tidak fit.
Komentar ini mendapat dukungan warganet lain yang menekankan pentingnya kondisi fisik sebelum mendaki. Beberapa menyebut gejala seperti ini mirip dengan hipoksia ringan atau kondisi tubuh yang kekurangan oksigen di ketinggian.
Selain penjelasan medis, sebagian warganet menghubungkan pengalaman ini dengan mitos pasar gaib yang kerap dikaitkan dengan pendakian di gunung-gunung Jawa. Kepercayaan lokal menyebutkan bahwa di beberapa titik pendakian memang terdapat kawasan yang dianggap memiliki energi gaib.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Pendaki Alami Sesak Napas di Gunung Prau, Tim Rescue Lakukan Evakuasi Malam Hari
Hasil Autopsi Juliana Marins Versi Brasil Rilis, Penyebab Kematian Pendaki yang Jatuh di Rinjani Ini Terungkap, Sama dengan Versi Indonesia?
Kronologi Pendaki Swiss Jatuh di Rinjani, Ternyata Ini Alasan Tim SAR dan BTN Gunung Rinjani Pilih Evakuasi Jalur Udara
8 Fakta Insiden Pendaki Swiss Jatuh di Gunung Rinjani, Alasan Tim SAR Evakuasi Pakai Helikopter hingga Kondisi Terkini Korban
Pendaki Asal Swiss Dievakuasi dengan Helikopter dari Gunung Rinjani Usai Alami Kecelakaan, Begini Prosesnya