Minggu, 19 Juli 2026

Tak Ada Tunjangan, Ketua DPR Termiskin Ini Tolak Tawaran Jadi Wapres Soeharto hingga Diabadikan dalam Uang Rp5000

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 10:45 WIB
Sosok Ketua DPR RI termiskin yang diabadikan dalam pecahan Rp5000 (X/@faracetameow)
Sosok Ketua DPR RI termiskin yang diabadikan dalam pecahan Rp5000 (X/@faracetameow)

Baca Juga: Siapa Adies Kadir? Wakil Ketua DPR RI yang Sebut Tunjangan Rp50 Juta Kurang untuk DPR

Punya Peran Penting Sejak Kemerdekaan

Sebelum terjun ke dunia politik, KH Idham Chalid merupakan salah satu pejuang kemerdekaan di Kalimantan Selatan sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari akun X NU Online.

Setelah Indonesia merdeka, KH Idham Chalid menduduki sejumlah jabatan strategis dalam 2 masa kepemimpinan berbeda yakni pada masa presiden Soekarno dan Soeharto.

Pada Kabinet Ali Sastroamidjojo I dan Kabinet Djuanda, KH Idham Chalid dipercaya sebagai Wakil Pertada Menteri (1956-1959).

Lalu pada masa Orde Baru, ia beberapa kali diangkat menjadi menteri hingga akhirnya menjadi Ketua DPR/MPR RI periode 1971-1977.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir Blunder Soal Hitungan Sewa Rumah dan Tunjangan, Netizen: Gini Cara Ngitung Pejabat Kalau Mau Korupsi…

Di luar politik, KH Idham Chalid juga dikenal sebagai ulama besar dari Nahdlatul Ulama.

Ia tercatat sebagai Ketua PBNU termuda, di mana saat itu ia baru berusia 34 tahun.

Alumni Pesantren Gontor dan Universitas Al Azhar Cairo ini juga menjadi Ketua PBNU terlama dengan masa jabatan 28 tahun (1956-1984).

Pria yang lahir pada 27 Agustus 1922 ini juga ikut andil dalam lahirnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus menjadi Presiden Partai.

Atas jasa-jasanya tersebut, pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada KH Idham Chalid pada tahun 2011.

Selain itu, perannya sebagai ulama dan politisi senior membuat sosoknya diabadikan dalam pecahan uang Rp5000 yang dikeluarkan pemerintah pada akhir 2016.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.idKlik di sini!

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @nu_online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X