SketsaNusantara.id - Di tengah kabar kenaikan tunjangan anggota dewan, ternyata Indonesia pernah memiliki Ketua DPR yang menolak fasilitas negara.
Ia bahkan disebut-sebut sebagai Ketua DPR termiskin di Indonesia tanpa tunjangan maupun mobil dinas.
Padahal, selain pernah menjabat sebagai Ketua DPR, pria asal Kalimatan Selatan ini juga sempat memegang berbagai jabatan mentereng lainnya.
Ia adalah Idham Chalid, mantan Ketua DPR RI yang juga pernah menjadi Wakil Perdana Menteri hingga Ketua MPR.
“Ketua DPR Termiskin bernama Idham Chalid yang jujur,” tulis akun Instagram @nyinyir_update_official.
Bahkan, menurut akun X @GoodRecom, mantan Ketua PBNU ini juga selalu menggunakan transportasi umum.
Baca Juga: Heboh Tunjangan DPR Hingga Rp 50 Juta Per Bulan, Wakil Ketua DPR RI Berikan Klarifikasi
“Ketua DPR RI, tapi keluarganya kemana-mana naik metromoni,” cuit akun tersebut.
Tak sampai di situ, setelah pensiun, Idham Chalid dikabarkan menolak berbagai tawaran bisnis sampingan.
Pasca pensiun dari karier politiknya, Idham Chalid kembali menjadi ‘guru agama’ dengan memimpin sebuah pesantren di Cipete Selatan, Jakarta Selatan.
Selain menolak bisnis tersebut, KH Idham Chalid juga dikabarkan pernah menolak tawaran Presiden Soeharto.
“Kabarnya Presiden Soeharto pernah menawarkan kepada Idham Chalid untuk mendampinginya sebagai Wakil Presiden,” tulis Kemenag dalam laman resminya.
Artikel Terkait
Pernyataannya Soal Tunjangan DPR Tuai Pro Kontra, Nafa Urbach Meminta Maaf: Kepentingan Rakyat Harus Selalu Diutamakan
Polemik Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta, Mukhamad Misbakhun Jelaskan Alasan dan Siapa yang Tentukan Besarannya
Publik Geleng-Geleng, Jerome Polin Pertanyakan Tunjangan Beras Rp12 Juta: Ini Bisa Buat Makan Satu Kampung
Takut Terjebak Demo di Gedung DPR dan Tak Bisa Pulang , Dave Laksono Tutup Rapat DPR Lebih Awal: Sulit Keluar Kompleks Parlemen!
Setelah Tuai Kritik, Nafa Urbach Pilih Donasikan Gaji dan Tunjangan DPR Untuk Guru, Benarkah Solusi atau Sekadar Gimik?
2 Presiden Indonesia yang Hampir dan Pernah Bubarkan DPR, Salah Satunya Gus Dur Lewat Dekrit 23 Juli 2001
Alih-Alih Banjir Pujian, Niat Nafa Urbach Alokasikan Gaji dan Tunjangannya sebagai Anggota DPR Dinilai Basi, Netizen Sarankan Lebih Baik Lakukan ini!