Ia juga memberikan sorotan langsung kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dengan menegaskan pentingnya pencapaian target besar demi mengangkat martabat sepak bola nasional.
Arisal menilai, apabila Timnas kembali gagal melaju di babak kualifikasi, maka kebijakan naturalisasi layak untuk dihentikan sementara waktu.
“Kita berikan target Pak Erick, kita mengikuti Kualifikasi Piala Dunia. Kalau ini kita gagal (lolos Piala Dunia), saya menyampaikan di depan forum ini, kita stop saja dulu pemain naturalisasi,” ujarnya.
Arisal juga menyinggung kekhawatiran bahwa kehadiran pemain naturalisasi bisa membuat pemain lokal kehilangan motivasi berlatih.
“Kalau kita biarkan terus Pak Erick, anak-anak negeri kita nanti, pemain lokal kita nanti malas untuk latihan. Kenapa? Karena prestasinya adalah bagaimana dianya nanti menjadi pemain nasional,” tambahnya.
Pernyataan Arisal Aziz ini memicu beragam komentar dari netizen. Sebagian mendukung gagasan untuk mengurangi ketergantungan pada pemain naturalisasi, sementara yang lain menilai kehadiran pemain diaspora justru membawa standar baru yang lebih tinggi untuk sepak bola Indonesia.
“Efeknya adalah standar level pemain timnas naik pak, kalau yang lokal mau masuk timnas, ya levelnya disetarakan atau melampaui pemain diaspora. Indonesia sudah masuk level Asia, nah pemain lokal apakah sudah di level itu sekarang ini? Beberapa iya, bisa tembus timnas, yang lain? Kalau level Asean masih bisa meskipun kalau vs Thailand/Vietnam ketar-ketir..itu aja sih,” tulis @wayangeee_gusti.
“Kalau local pride yg main, tau sendiri lah kualitasnya,” imbuh @dinalhakki dengan emotikon tersenyum.
“Kali ini saya setuju,” komentar dari akun akun @pintus10_ mendukung pandangan Arisal Aziz.
“Naturalisasi boleh-boleh aja tapi jangan lupa pembinaan pemain-pemain usia muda juga,” ungkap akun @rizkyyfajar.
Polemik ini sebenarnya menggambarkan dilema yang sudah cukup lama terjadi. Meski demikian, Arisal juga mengakui bahwa kehadiran pemain naturalisasi dapat memberikan efek instan, terutama dalam hal meningkatkan kualitas dan daya saing skuad Garuda di kancah Asia.
Kehadiran mereka kerap menjadi faktor penentu dalam pertandingan-pertandingan penting. Namun di sisi lain, jika tidak diimbangi dengan pembinaan pemain lokal, maka regenerasi talenta asli Indonesia akan terhambat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Tidak Hanya Timnas Sepak Bola Putra, PSSI Konfirmasi Proses Naturalisasi 4 Pemain Timnas Putri
Jelang Laga Lawan China di GBK, PSSI Minta Suporter Indonesia untuk Jaga Kandang Garuda
Qatar dan Arab Saudi Jadi Tuan Rumah Babak 4, PSSI Sambut Keputusan AFC dan Minta Laga Dijalankan Secara Fair
Oxford United dan Port FC Dikabarkan akan Berpartisipasi dalam Piala Presiden 2025, PSSI Sebut Ada Keunikan Tersendiri Tahun Ini
Jelang Piala Presiden 2025, PSSI Buka Voting untuk Pemain Indonesia All Star, Fans Sepak Bola Bisa Ikut Milih! Begini Caranya