Lebih lanjut, Hairudin menekankan bahwa hak-hak korban tetap menjadi perhatian.
Disnaker memastikan perusahaan sudah menyiapkan kewajiban sesuai aturan, termasuk jaminan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Kata dia, saat ini, Disnaker Provinsi masih menunggu hasil resmi penyelidikan kepolisian dan autopsi sebelum menentukan langkah lebih lanjut.
“Perusahaan intinya siap. Kalau memang ada hak korban, kami bantu untuk prosesnya,” paparnya.
“Kami menghormati proses hukum. Setelah jelas hasilnya, baru bisa kita tindak lanjuti,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Jember, Yuliana Harimurti menyebut, pihaknya tidak berada dalam kapasitas melakukan pemeriksaan langsung. Pasalnya, kewenangan penuh masih berada di tangan pengawas ketenagakerjaan provinsi serta kepolisian.
“Intinya, kematian ini masih dilakukan penyelidikan oleh Kapolres. Jadi kita tidak bisa memeriksa siapapun sebelum proses di kepolisian selesai. Kami sudah koordinasi dengan Polres dan menunggu hasil autopsi,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan tim medis terkait autopsi.
Hasil autopsi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan.
"Kalau kemudian nanti ada indikasi pelanggaran hubungan industrial, barulah kita akan turun untuk menyelesaikan persoalan antara pekerja dengan perusahaan. Tapi sebelum ada kepastian penyebab kematian, kami tidak bisa mengambil langkah apapun,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
2 Rekomendasi Spot Healing di Kota Jember Jawa Timur, Ada Bukit dengan Pemandangan Tiada Duanya
Ratusan Peserta Tajemtra 2025 Nikmati Angkutan Kereta Gratis dari PT KAI Daop 9 Jember ke Tanggul
Lepas Belasan Ribu Peserta Tajemtra, Bupati Jember Gus Fawait: Tahun Depan Kita Bikin Semarak
3 Ciri Khas Martabak Manis ala Jember, Bertabur Aneka Topping Variatif yang Menggoda dan Manisnya Gak Lebay
Duh! Gerak Jalan Tanggul-Jember 2025 Diwarnai Bentrok Antar 2 Kelompok Peserta Tajemtra, Diduga Karena Bersenggolan